Warga Desak Percepatan Pembangunan Akses Jalan Menuju Pustu Desa Laya

Warga Desak Percepatan Pembangunan Akses Jalan Menuju Pustu Desa Laya Keterangan Gambar : Kepala Desa Laya, Komarudin MZ, menyampaikan bahwa warga sangat berharap adanya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan lingkungan yang dinilai krusial untuk menunjang mobilitas dan pelayanan dasar masyarakat.

Perwirasatu.co.id,  OKU - Akses jalan menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hingga saat ini belum tersedia. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat serta pemanfaatan fasilitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Kepala Desa Laya, Komarudin MZ, menyampaikan bahwa warga sangat berharap adanya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan lingkungan yang dinilai krusial untuk menunjang mobilitas dan pelayanan dasar masyarakat.

“Untuk akses ke Pustu, itu memang belum ada. Lahan sudah disiapkan dari tanah

Desa, tapi belum bisa dikembalikan menjadi tanah daerah. Rencana pembangunan kemungkinan di 2026 atau 2027,” ujarnya saat diwawancarai portal ini, Selasa (05/05/2026).

Komarudin menjelaskan, "saat ini lahan untuk akses jalan telah dipangkas dari dana desa. Namun, secara administrasi belum dapat dialihkan menjadi aset pemerintah daerah". 

Pembangunan jalan tersebut disebut telah melalui pengecekan oleh instansi terkait, termasuk bidang Perumahan dan Permukiman (Perkim).

Selain itu, keberadaan bangunan Pustu juga belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa. Hal ini dikarenakan fasilitas tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor.

“Pustu itu belum bisa diserahkan karena masih dalam masa pemeliharaan. Setelah enam bulan baru bisa diserahkan ke desa,” jelasnya.

Warga pun mendesak pemerintah agar segera membuka akses jalan menuju Pustu, sehingga fasilitas kesehatan tersebut dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.

Tak hanya itu, kondisi jalan lingkungan di Desa Laya juga menjadi sorotan. Jalan yang belum memadai dinilai berpotensi menghambat penanganan kondisi darurat, seperti kebakaran, karena kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi dengan cepat.

“Kalau jalan lingkungan diperbaiki, akses akan lancar. Saat terjadi kebakaran, mobil pemadam bisa masuk. Ini yang sangat kami harapkan,” tambahnya.

Rencana pembangunan jalan lingkar tersebut diperkirakan akan menghubungkan kawasan dari Tebing Pelawi hingga ke area sekitar masjid Desa dengan panjang sekitar satu kilometer.

Masyarakat Desa Laya berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan tersebut guna meningkatkan konektivitas, pelayanan publik, serta keselamatan warga.

Pemerintah desa sendiri menyatakan siap mendukung dan menerima pengelolaan Pustu, namun masih menunggu proses administrasi serta serah terima resmi dari dinas terkait.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, warga berharap perhatian serius dari pemerintah daerah agar pembangunan akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya dapat segera diwujudkan demi kesejahteraan bersama.

(Marshal)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)