
Keterangan Gambar : Seorang mahasiswa berinisial IM (23) di Kota Semarang nekat menggadaikan 40 unit sepeda motor milik teman-teman kuliah hingga pacarnya sendiri.
Perwirasatu.co.id, Semarang - Seorang mahasiswa berinisial IM (23) di Kota Semarang nekat menggadaikan 40 unit sepeda motor milik teman-teman kuliah hingga pacarnya sendiri. Pemuda berambut keriting tersebut akhirnya diciduk oleh jajaran kepolisian Polsek Ngaliyan setelah aksi penggelapannya terbongkar. Dari hasil kejahatan tersebut, pelaku meraup keuntungan hingga Rp135 juta yang digunakan untuk berfoya-foya dan memesan layanan di aplikasi MiChat.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengungkapkan bahwa kasus ini mulai terkuak setelah salah satu korban melayangkan laporan resmi pada Selasa, 19 Mei 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di sebuah kawasan perumahan di daerah Kaliwungu, Kendal, pada Kamis, 4 Juni 2026. Pelaku yang tercatat sebagai mahasiswa semester tujuh ini kini harus mendekam di balik jeruji besi.
Dikutip dari Detik Jateng, Dalam melancarkan aksinya selama kurang lebih satu bulan, IM menggunakan modus operandi memyewa sepeda motor. Ia membujuk para korban untuk merentalkan sepeda motor mereka dengan iming-iming uang sewa sebesar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per hari. Tergiur dengan janji uang saku tambahan, para korban yang mayoritas sesama mahasiswa akhirnya menyerahkan kendaraan mereka tanpa curiga.
Bukannya disewakan kembali dengan benar, puluhan motor tersebut justru langsung digadaikan oleh pelaku kepada pihak lain tanpa izin. Nilai gadai yang dipatok bervariasi antara Rp6 juta hingga Rp12 juta per unit, tergantung dari jenis dan merek motor yang didapatkan. Berdasarkan keterangan kepolisian, uang hasil gadai tersebut sebagian digunakan pelaku dengan sistem "gali lubang tutup lubang" untuk membayar biaya sewa ke beberapa korban terdahulu agar aksinya tidak dicurigai.
Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan, Iptu Nur Azam Makhrus, menambahkan bahwa pelaku tidak memiliki riwayat terlilit utang yang mendesak. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sisa uang ratusan juta tersebut murni habis digunakan untuk memenuhi gaya hidup, jajan, bermain, serta memesan jasa lewat 'aplikasi hijau'.
(Red)












LEAVE A REPLY