Bocah 11 Tahun Tenggelam di Danau Teriakan Minta Tolong Berujung Sunyi
Keterangan Gambar : Seorang bocah laki-laki tenggelam di sebuah danau raya Perumahan Griya Sebimbing Sekundang tepatnya di RS Sriwijaya Kelurahan Sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering, Jumat (24/4/2026)
Perwirasatu.co.id, OKU - Suasana siang yang semula riang berubah menjadi kepanikan mencekam. "Seorang bocah laki-laki tenggelam di sebuah danau raya Perumahan Griya Sebimbing Sekundang tepatnya di RS Sriwijaya Kelurahan Sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering, Jumat (24/4/2026),
Setelah sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang di kedalaman air danau.
Menurut dari keterangan saksi mata, korban yang diperkirakan berusia sekitar 11 tahun itu tengah bermain dan berenang bersama teman-temannya.
Namun nahas, saat mencoba menuju bagian tengah danau, korban diduga tidak mampu mengendalikan diri di area yang memiliki kedalaman curam.
“Dia sempat teriak ‘tolong’, tangannya juga kelihatan naik turun, habis itu langsung hilang,” ungkap salah satu warga dengan wajah tegang.
Teriakan itu sontak membuat teman-temannya panik dan berlarian meminta bantuan warga.
Dalam hitungan menit, lokasi kejadian dipadati warga yang berusaha melakukan pertolongan seadanya.
Beberapa di antaranya menyelam permukaan air. "Namun kondisi danau yang keruh serta kedalaman yang tidak terduga membuat upaya penyelamatan berlangsung dramatis dan penuh ketegangan".
Tak berselang lama, suasana semakin haru ketika keluarga korban datang dan histeris menyaksikan proses pencarian di tengah kerumunan warga.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras akan bahaya area perairan yang tidak memiliki pengamanan memadai. Danau tersebut diketahui kerap menjadi lokasi bermain anak-anak, meskipun tidak dilengkapi rambu peringatan maupun pengawasan, ucap Ujang salah satu warga RS Sriwijaya.
Kami sangat berharap terhadap pihak berwenang agar memberikan tanda peringatan "mengimbau terhadap masyarakat" yang isinya agar lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain di area berisiko tanpa pengawasan ketat.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat, bahwa keceriaan sesaat dapat berubah menjadi petaka dalam hitungan detik, harapnya.
(Marshal/Tim)
Tulis Komentar