Nocturness dan Mario A kolaborasi dalam Single Terbaru Feeling Like Dying

Nocturness dan Mario A kolaborasi dalam Single Terbaru Feeling Like Dying Keterangan Gambar : Single terbaru bertajuk "Feeling Like Dying"menyuguhkan sebuah narasi emosional tentang dedikasi, obsesi, dan kefanaan hidup yang dikemas dalam aransemen yang indah.

Perwirasatu.co.id -JAKARTA, 13 Maret 2026, Musisi pendatang baru asal Kota Kupang , Nocturness dan solois Mario A akhirnya resmi dirilis. 

Single terbaru bertajuk "Feeling Like Dying"menyuguhkan sebuah narasi emosional tentang dedikasi, obsesi, dan kefanaan hidup yang dikemas dalam aransemen yang indah.

 Tentang Lagu: Merasa Seperti Mati

"Feeling Like Dying" bukan sekadar lagu cinta biasa. Liriknya menggambarkan kerinduan yang sangat ekstrem dan sebuah keinginan untuk menempuh ribuan mil, mendaki ke tempat tinggi, hingga merasakan perasaan ingin "mati" berulang kali hanya untuk bisa merasakan kehadiran dari sosok yang dicintai.

"Aku merasa ingin mati lagi dan lagi hanya untuk menjadi dirimu / Karena aku tahu suatu hari nanti aku akan pergi"

Baris tersebut menjadi inti dari lagu ini dimana sebuah pengingat bahwa waktu kita terbatas, dan dalam keterbatasan itu, keinginan untuk menyatu dengan seseorang yang dicintai sangatlah kuat.

Lirik utama lagu ini “Aku merasa ingin mati lagi dan lagi hanya untuk menjadi dirimu” menggambarkan sebuah bentuk pengabdian ekstrem. 

Kematian ego di sini bukan dipandang sebagai akhir, melainkan sebuah proses transformasi demi bisa memahami atau bersatu sepenuhnya dengan sosok yang dicintai 

sebelum waktu habis.

 “Lagu ini menceritakan tentang menyerahkan segalanyabahkan eksistensi diri hanya untuk merasakan kehadiran seseorang yang sangat dicintai” ujar nocturness.

Latar Belakang Artis

Kolaborasi ini mempertemukan dua entitas musik dengan karakter antar musisi yang kuat antara nocturuness dan Mario A.

Mario Amrillah atau yang Mario A dikenal luas lewat lagunya yang cukup viral di pasaran yang berjudul “ Wanting You Is Not A Crime ” , bahkan lagunya ini hampir menembus total 5 juta pendengar di Spotify.

Mario A juga merupakan musisi visioner yang kerap memenuhi elemen emosi mentah ke dalam karyanya. Kekuatan Mario A terletak pada vokal dan penulisan lirik yang jujur, menjadikannya tandem yang sempurna dalam atmosfer musik yang dibangun bersama nocturness. 

Kehidupan malam:

Imanuel Lawa atau nocturness dikenal dengan eksplorasi suara dark-ambient dan tekstur musik yang sinematik. Nocturness selalu berhasil membangun suasana yang intim namun megah, membawa pendengarnya ke ruang-ruang imajiner yang melankolis, terbukti dari lagu-lagu ia sebelumnya yakni Journey, Moon , dan Silent yang cukup segmented bagi industri musik dan juga pendengar umum. 


Produksi Secara musikal, lagu ini dibalut dengan aransemen yang perlahan membangun ketegangan, perpaduan antara instrumen organik dan sentuhan elemen melankolis yang dibawakan bersama, terdengar berat tapi indah.

Lagu ini dapat direalisasikan melalui produksi bersama antara nocturness dan Mario A.

Selain itu dalam proses produksi, mereka juga memberikan tambahan melodi gitar yang berkarakter melalui bantuansalah satu produser lokal asal Alor, Nusa Tenggara Timur yakni Reno Wrrst , dengan kolaborasi hebat antar musisi dan produser ini menciptakanlah Feeling Like Dying.

 “Lagu ini adalah tentang penerimaan, bahwa ada hal-hal yang begitu berharga sehingga kita rela mati berkali-kali hanya untuk merasakannya sebentar saja sebelum kita benar-benar pergi,” Mario A.

 "Feeling Like Dying" kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital.

( Red )

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)