
Keterangan Gambar : Akhirnya! Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor, Wisnu Hani Putranto, resmi diberhentikan dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pencopotan oknum Kalapas Cibinong itu, buntut viralnya temuan fasilitas mewah bak hotel bintang lima di dalam lapas.
Perwirasatu.co.id , JAKARTA, - Akhirnya! Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor, Wisnu Hani Putranto, resmi diberhentikan dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pencopotan oknum Kalapas Cibinong itu, buntut viralnya temuan fasilitas mewah bak hotel bintang lima di dalam lapas.
"Iya diberhentikan jadi ASN," tegas Inspektur Jenderal Kemenimipas, Komjen Pol Rudi Setiawan di Jakarta, Senin (5/10).
Selain itu, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) juga menjatuhkan sanksi kepada 16 pegawai lapas.
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenimipas Rudi Setiawan juga menegaskan, selain Wisnu pihaknya juga memeriksa dan menjatuhkan sanksi tegas kapada Kalapas Cibinong sebelumnya, Usman Madjid.
"Iya kalapas lama dan kalapas baru kami periksa dan kami jatuhi hukuman," kata Rudi Setiawan saat dikonfirmasi ulang usai konferensi pers di Kantor Imipas, hari ini.
Langkah tegas Kemenimipas tersebut, merupakan sanksi berlapis terhadap sejumlah pegawai Lapas Cibinong yang terlibat. Publik pun mengaitkan momentum ini dengan bersih-bersih besar-besaran pasca pergantian Kapolri, dimana banyak pejabat yang dimutasi dan diberhentikan.
Apakah ini sinyal perang dari Kapolri baru terhadap mafia lapas yang selama ini kebal hukum? Semoga saja benar demikian, sesuai dengan yang menjadi harapan masyarakat.
Fasilitas mewah di lapas bukan barang baru. Tapi yang di Cibinong ini kelewatan. AC, sofa empuk, TV layar lebar, kasur mewah. Itu Lapas atau apartemen?
Boleh jadi publik pun semakin kepingin tau. Wajar jika kemudian, pertanyaannya adalah: Berapa setoran yang mengalir hingga fasilitas seperti itu bisa lolos? Dan siapa saja yang menikmati?
Terlepas dari itu semua, publik juga masih banyak yang mempertanyakan kenapa para oknum nakal itu belum juga dikenakan sanksi pidana? Untuk itu, For-WIN akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. (FC-G65)

















LEAVE A REPLY