
Keterangan Gambar : Di bawah kepemimpinan Roy Wijaya, Program Studi Film dan Media Digital Politeknik SSR kini melangkah dengan semangat baru, membawa harapan dan arah yang lebih jelas bagi seluruh civitas akademikanya.
Perwirasatu.co.id, 15 Oktober 2026 - Di bawah kepemimpinan Roy Wijaya, Program Studi Film dan Media Digital Politeknik SSR kini melangkah dengan semangat baru, membawa harapan dan arah yang lebih jelas bagi seluruh civitas akademikanya. Roy, yang kini menjabat sebagai Kepala Program Studi, bertekad menghadirkan suasana kampus yang hangat, nyaman, dan penuh dukungan — sebuah rumah sejati bagi mereka yang bermimpi bercerita lewat layar kaca maupun layar perangkat digital. Ia ingin setiap mahasiswa merasa diterima, didengar, dan didukung sepenuhnya dalam perjalanan kreatif mereka.
Roy Wijaya memegang teguh satu keyakinan mendalam: setiap orang memiliki sudut pandang yang unik, berharga, dan layak untuk diketahui dunia. Tidak ada pandangan yang terlalu kecil atau cerita yang terlalu sederhana untuk disampaikan. Setiap individu membawa pengalaman hidup yang berbeda, dan perbedaan itulah yang justru memperkaya dunia kreatif kita. Keberagaman gagasan ini adalah kekayaan yang akan terus dijaga dan dikembangkan di lingkungan program studi ini.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tugas utama seorang pendidik dan pembimbing bukanlah mengubah cara pandang mahasiswa agar seragam, melainkan memfasilitasi dan membimbing agar suara-suara yang ada di dalam diri mereka dapat terangkai menjadi karya yang utuh, indah, dan menyentuh hati. Pembimbingan dilakukan dengan penuh penghargaan, sehingga setiap mahasiswa berani mengekspresikan dirinya tanpa rasa takut akan dihakimi. Proses belajar menjadi ruang untuk tumbuh bersama, bukan ruang untuk menyesuaikan diri.
"Dunia butuh lebih banyak cerita yang jujur. Dan cerita-cerita itu ada di sekitar kita — di senja yang berubah warna, di percakapan sederhana, di kisah-kisah yang sering terlewat," ujar Roy dengan tulus. Ia mengajak kita semua untuk membuka mata dan hati lebih lebar, menyadari bahwa keindahan dan makna sering kali tersembunyi dalam hal-hal yang dianggap biasa saja. Cerita yang tulus tidak harus datang dari peristiwa besar, melainkan dari ketulusan dalam melihat dan merasakan kehidupan sehari-hari.
"Mahasiswa kami belajar untuk melihatnya, merekamnya, dan menyajikannya dengan penuh rasa hormat," lanjutnya. Di sini, keterampilan teknis tidak diajarkan terlepas dari etika dan kepekaan sosial. Mahasiswa dilatih tidak hanya menguasai alat produksi dan teknologi terkini, tetapi juga memahami tanggung jawab besar yang dimiliki seorang pembuat film — yaitu menyajikan kenyataan dengan jujur, menghargai subjek cerita, dan membawa kebaikan melalui setiap karya yang dihasilkan.
Semangat baru telah resmi dimulai. Program Studi Film dan Media Digital Politeknik SSR kini berdiri lebih tegak dengan visi yang kuat, fasilitas yang terus diperbarui, dan kurikulum yang selaras dengan perkembangan industri serta kebutuhan masyarakat. Lingkungan belajar yang inspiratif, kolaboratif, dan mendukung siap menyambut siapa pun yang memiliki keinginan tulus untuk mengembangkan bakat dan minatnya di bidang film dan media digital.
Bagi siapa pun yang ingin belajar, berkarya, dan berbagi — pintu Program Studi Film dan Media Digital Politeknik SSR terbuka lebar. Bersama Roy Wijaya dan seluruh tim pengajar, mari kita wujudkan mimpi-mimpi kreatif kita, dan mari kita buat karya yang tidak hanya dilihat sesaat, tetapi juga diingat, dirasakan, dan memberikan makna yang abadi bagi banyak orang.
(Red)

















LEAVE A REPLY