
Keterangan Gambar : Kantor Kejaksaan Negeri Depok mendadak ramai. Bukan ada OTT, tapi digerudug puluhan aktivis senior yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Indonesia Bersih (GAIB).
Perwirasatu.co.id, Depok - Selasa (20/10) Kantor Kejaksaan Negeri Depok mendadak ramai. Bukan ada OTT, tapi digerudug puluhan aktivis senior yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Indonesia Bersih (GAIB).
Mereka datang, dengan tujuan mulia: melaporkan dugaan korupsi di Kota Depok sebagai bentuk dukungan terhadap program bersih-bersih pemerintah pusat.
Aksi damai itu sempat berubah panas, hanya gara-gara satu kata: "Pengamen".
Diduga kata tersebut terlontar dari oknum di lingkungan Kejari Depok, menyebut aktivis GAIB pengamen. Ucapan yang bagi aktivis senior Depok adalah penghinaan.
"Kami ini aktivis senior, sudah bertahun-tahun kawal kebijakan Pemkot Depok, bukan pengamen," teriak salah satu senior GAIB.
Tidak tinggal diam, GAIB balas dengan tudingan yang lebih keras:
"Justru oknum kejaksaanlah yang kerap 'ngamen' ke instansi pemerintah, sampai ke kecamatan dan kelurahan!," geram aktivis itu.
Tudingan tersebut, merujuk pada praktik pendampingan proyek yang sering dikeluhkan oleh masyarakat,. Pasalnya jaksa dinilai terlalu jauh masuk ke hal teknis lapangan.
Terkait hal tersebut, For-WIN Mencatat Dua Pelajaran Penting:
1. UNTUK KEJARI DEPOK:
Kejaksaan adalah aparat penegak hukum. Etika pelayanan publik adalah harga mati. Mau pelapor itu aktivis, mahasiswa, atau rakyat biasa, tidak ada tempat untuk kalimat merendahkan seperti "pengamen".
Kalau memang ada oknum yang ngomong begitu, Kejari harus klarifikasi resmi. Jangan diam. Diamnya Kejari sampai berita ini ditulis, justru membuat bola liar bisa makin besar.
Dan terkait keluhan "jaksa ngamen ke kelurahan" - Kejari Depok pun sudah berjanji akan jadikan masukan GAIB sebagai bahan evaluasi. Kami tunggu evaluasi nyatanya, bukan sekadar janji.
2. UNTUK AKTIVIS GAIB:
Teriakan "pengamen" memang menyakitkan. Tapi jangan sampai emosi mengalahkan substansi laporan.
Kontrol sosial yang kuat, adalah; kontrol sosial yang dilengkapi bukti permulaan yang cukup. Kalau laporan dugaan korupsi itu kuat, Kejari tidak akan bisa menolak. Kalau laporan hanya berbasis teriakan, justru bisa berbalik jadi pencemaran nama baik. Buktikan dengan dokumen, bukan hanya teriakan.
PESAN INISIATOR FOR-WIN, FC-GOEST: "Kejaksaan perlu menjaga etika. Aktivis perlu menjaga bukti. Sinergi, bukan tensi. Kita semua butuh Depok yang bersih. Jangan sampai agenda bersih-bersih rusak hanya karena ulah satu oknum yang tidak bisa jaga mulut."
GAIB hari ini datang untuk mendukung Kejaksaan berantas korupsi. Jangan sampai besok GAIB dan Kejaksaan malah jadi saling lapor.
Kejari Depok butuh GAIB sebagai mata dan telinga di lapangan. GAIB butuh Kejari sebagai eksekutor hukum. Bersih-bersih Depok tidak bisa dilakukan dengan saling hina.
(Red)


















LEAVE A REPLY