
Keterangan Gambar : Forum Wartawan dan LSM (For-WIN) menilai, pembangunan 13 hunian mewah tersebut janggal dan patut dicurigai sebagai ajang pencucian uang, pemerasan dan pengkondisian terhadap napi berduit
Perwirasatu.co.id , JAKARTA, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti sumber dana pembangunan 13 rumah dinas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong yang diduga disulap menjadi villa eksklusif bagi narapidana istimewa.
Forum Wartawan dan LSM (For-WIN) menilai, pembangunan 13 hunian mewah tersebut janggal dan patut dicurigai sebagai ajang pencucian uang, pemerasan dan pengkondisian terhadap napi berduit.
"Bayangkan, rumah dinas pejabat yang seharusnya untuk Kalapas dan pejabat struktural, malah disulap jadi villa mewah bak hotel bintang lima untuk napi istimewa. Ini dari mana dananya? Siapa yang biayai?" ujar FC-Goest, Inisiator For-WIN saat ngopi bareng awak media di markasnya, Selasa (29/9).
For-WIN menyebut, satu unit villa mewah tersebut dilengkapi AC, water heater, sofa, hingga fasilitas layaknya apartemen. Napi yang menempati tentu saja diduga sangat sukarela merogoh kocek ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk mendapatkan kenyamanan itu.
"KPK harus transparan! dalam mengungkap hasil menyoroti sumber dana 13 rumah dinas mewah itu. Ini bukan lagi fasilitas, tapi bisnis haram di balik jeruji," tandasnya.
Sebelumnya, For-WIN juga telah menyoroti pengungkapan praktik sewa villa mewah di Lapas Cibinong serta maraknya peredaran narkoba dan pungli yang diduga kuat melibatkan oknum Kalapas dan jajarannya.
(Tim/Red)





.jpg)











LEAVE A REPLY