
Keterangan Gambar : Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Program Studi Hubungan Internasional melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PM) bertajuk “Penguatan Peran Seniman Intelektual Betawi (SIB) Melalui Diplomasi Budaya untuk Mendorong Pelestarian dan Keberlanjutan Warisan Budaya Lokal.”
Perwirasatu.co.id, 13 Oktober 2026
MELALUI DIPLOMASI BUDAYA
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Program Studi Hubungan Internasional melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PM) bertajuk “Penguatan Peran Seniman Intelektual Betawi (SIB) Melalui Diplomasi Budaya untuk Mendorong Pelestarian dan Keberlanjutan Warisan Budaya Lokal.” Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026, bertempat di Rumah Gede Aditya’s, Jalan Gaga Utama No. 38 B, RT 007/03, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, ini menyasar komunitas Seniman Intelektual Betawi (SIB) sebagai mitra kegiatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas komunitas dalam memahami dan menerapkan diplomasi budaya sebagai salah satu strategi untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya Betawi kepada masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan PM ini dipimpin oleh Devy Putri Kussanti, S.Sos., M.Si., M.I.Kom, selaku Ketua Program Studi Hubungan Internasional sekaligus Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Devy Putri Kussanti didampingi oleh tim dosen yang terdiri atas Lathiefah Widuri Retyaningtyas, S.IP., M.Si., Gema Ramadhan Bastari, S.Sos., M.Si., dan Bimo Aji, SE., M.Si., serta melibatkan dua mahasiswa, yaitu Adzril Ramadhan dan Naylla Cintya Bella. Kehadiran tim akademisi dan mahasiswa tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan pendidikan, komunikasi, dan pemberdayaan berbasis budaya.
Dalam kegiatan ini, Bimo Aji, SE., M.Si. berperan sebagai tutor yang memberikan materi dan pendampingan kepada peserta. Materi diarahkan pada pemahaman mengenai diplomasi budaya, peran komunitas dan seniman sebagai aktor budaya, serta pentingnya komunikasi budaya dalam memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Betawi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai bagaimana seni, tradisi, nilai, sejarah, dan identitas budaya dapat dikemas menjadi bagian dari komunikasi budaya yang mampu menjangkau masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu SIB mengembangkan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai komunitas yang menjaga keberlangsungan seni dan budaya Betawi, tetapi juga sebagai aktor budaya yang mampu memperkenalkan identitas lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara partisipatif dan interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, praktik sederhana, serta evaluasi. Peserta diajak untuk mengidentifikasi potensi seni dan budaya Betawi yang dimiliki SIB sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan dalam memperkenalkan budaya lokal, khususnya kepada generasi muda. Selanjutnya, peserta melakukan praktik penyusunan strategi komunikasi dan promosi budaya dengan menentukan pesan budaya, sasaran masyarakat, serta bentuk komunikasi atau kegiatan yang dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi budaya Betawi secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Salah satu gagasan implementasi yang dikembangkan melalui kegiatan tersebut adalah showcase atau pentas budaya Betawi, yaitu kegiatan yang tidak hanya menampilkan kesenian Betawi, tetapi juga menjelaskan filosofi, sejarah, makna, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, pertunjukan seni dapat menjadi media edukasi sekaligus sarana diplomasi budaya yang memperkenalkan identitas dan nilai budaya Betawi kepada masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan kegiatan budaya lebih komunikatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan masyarakat saat ini.
Ketua Program Studi Hubungan Internasional sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Devy Putri Kussanti, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas komunitas budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal. Melalui pendekatan diplomasi budaya, komunitas seperti SIB memiliki ruang untuk mengembangkan komunikasi, kolaborasi, dan jejaring yang dapat memperluas pengenalan budaya Betawi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam pelestariannya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi SIB untuk mengembangkan gagasan dan program budaya yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, SIB diharapkan memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai diplomasi budaya, peningkatan keterampilan dalam mengomunikasikan dan mempromosikan budaya Betawi, serta gagasan kolaboratif yang dapat dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan pelestarian budaya. Program ini juga diarahkan agar SIB mampu mengemas nilai, identitas, dan kekayaan budaya Betawi melalui kegiatan seni, komunikasi budaya, promosi, serta pengembangan jejaring dengan berbagai pihak.
Kegiatan yang dilaksanakan bersama Seniman Intelektual Betawi (SIB) ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Program Studi Hubungan Internasional UBSI dalam mengimplementasikan keilmuan hubungan internasional melalui pendekatan diplomasi budaya di tingkat komunitas. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas budaya, diharapkan warisan budaya Betawi tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga dapat terus diperkenalkan dan dikembangkan melalui strategi komunikasi dan jejaring budaya yang lebih luas.
Sumber: Dwi Taufan Hidayat

















LEAVE A REPLY