Diduga Otak Pengedar Sabu, Oknum Polisi di Bima Ditangkap
Keterangan Gambar : Institusi kepolisian kembali tercoreng oleh ulah anggotanya sendiri. Seorang oknum pengayom masyarakat berinisial HF ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya kawasan Woha karena diduga menjadi otak pengedar narkotika jenis sabu-sabu.
Perwirasatu.co.id, Bima - Institusi kepolisian kembali tercoreng oleh ulah anggotanya sendiri. Seorang oknum pengayom masyarakat berinisial HF ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya kawasan Woha karena diduga menjadi otak pengedar narkotika jenis sabu-sabu.
Kronologi pengungkapan ini bermula saat polisi meringkus RW yang dimanfaatkan HF sebagai "kuda" alias kurir jaringan narkobanya. RW yang terjepit langsung bernyanyi dan menyeret nama HF pemilik sabu 1,5 gram tersebut.
"Jadi, dari tindak lanjut penanganan Polsek Woha ini kami menangkap HF," kata Kepala Satresnarkoba Polres Bima, AKP Dediansyah, Jumat.
Saat menggeledah HF, polisi dibuat geleng-geleng kepala. Untuk mengelabui petugas, oknum licik ini nekat menyisipkan paket narkoba di balik ponselnya sendiri. Selain itu, hasil tes urinenya pun positif.
"Ada juga sabu dalam jumlah kecil ditemukan dari penggeledahan rumah HF. Poket sabu diselipkan di pelapis handphone-nya," ujar Dediansyah.
Nasib HF kini berakhir tragis di jeruji besi. Selain terancam hukuman berat UU Narkotika, status keanggotaannya hancur total karena langsung dijebloskan ke tempat khusus.
"Berdasarkan pertimbangan pimpinan, yang bersangkutan juga akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Propam Polda NTB," pungkas Dediansyah.
(Tim)
Tulis Komentar