Muhammadiyah Kabupaten Semarang Siapkan Idul Adha
Keterangan Gambar : Melalui koordinasi bersama seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), pelaksanaan Shalat Idul Adha dijadwalkan berlangsung serentak pada Rabu, 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Perwirasatu.co.id, Semarang - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Semarang memastikan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah berlangsung serentak di berbagai wilayah pada Rabu, 27 Mei 2026. Sedikitnya puluhan titik pelaksanaan telah disiapkan oleh masing masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah dengan melibatkan imam dan khotib dari unsur ulama, akademisi, hingga tokoh persyarikatan. Persiapan dilakukan untuk menjamin ibadah berjalan tertib, khusyuk, aman, dan mampu menjangkau jamaah lebih luas di seluruh Kabupaten Semarang.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Semarang kembali menunjukkan kesiapan organisatorisnya dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Melalui koordinasi bersama seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), pelaksanaan Shalat Idul Adha dijadwalkan berlangsung serentak pada Rabu, 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Pelaksanaan ibadah tidak hanya dipusatkan di satu lokasi, melainkan tersebar di berbagai kecamatan dan desa di wilayah Kabupaten Semarang. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses lokasi shalat sekaligus mengurangi kepadatan jamaah pada satu titik tertentu.
Di wilayah Ungaran, Muhammadiyah menyiapkan dua lokasi utama, yakni di Alun Alun Bung Karno Kalirejo dan Masjid Mujahidin Ungaran. Sementara PCM Ambarawa akan menggelar shalat di Lapangan Pangsar Jenderal Sudirman Turonggo Ceto. Adapun PCM Banyubiru memilih Halaman Kantor Kecamatan Banyubiru sebagai lokasi utama pelaksanaan.
Sejumlah lokasi terbuka juga dipilih demi menampung jumlah jamaah yang diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya. PCM Bergas misalnya akan menggelar shalat di Halaman BPSIP, sedangkan PCM Susukan memusatkan pelaksanaan di Alun Alun Susukan serta beberapa titik lain seperti Halaman SMK Muhammadiyah Susukan dan Halaman Masjid Dusun Bulu.
Di kawasan Suruh, pelaksanaan Shalat Idul Adha akan tersebar di Lapangan Reksosari, Halaman MI Muhammadiyah, hingga Lapangan Njengglong. Sementara PCM Tuntang menyiapkan beberapa lokasi strategis seperti Halaman SD Candirejo, Panti Asuhan Muhammadiyah Putra Tuntang, dan Masjid Funaidah Al Musytahar Jeblosan.
Tidak hanya menyiapkan lokasi, Muhammadiyah Kabupaten Semarang juga menghadirkan imam dan khotib yang dinilai memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman dakwah yang kuat. Nama nama seperti Ustaz Sya’ban Maghruf, Ustaz Ahmad Kamal Al Bugizy, Ustaz Muhamad Septiana Utama, hingga Ustaz H. Amin Rois dijadwalkan memimpin pelaksanaan shalat dan menyampaikan khutbah Idul Adha.
Keterlibatan para mubaligh dari berbagai latar belakang menunjukkan keseriusan Muhammadiyah dalam menghadirkan suasana Idul Adha yang bukan hanya khidmat secara ritual, tetapi juga mencerahkan secara spiritual dan sosial. Khutbah Idul Adha diperkirakan akan banyak menyoroti nilai pengorbanan, kepedulian sosial, penguatan ukhuwah, serta pentingnya keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam kehidupan masyarakat modern.
Muhammadiyah juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai ruang memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini. Semangat berkurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan, tetapi juga sebagai pendidikan keikhlasan, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian menempatkan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi.
Di sisi lain, penyebaran titik pelaksanaan shalat juga memperlihatkan kuatnya basis gerakan Muhammadiyah hingga tingkat cabang dan ranting. Setiap PCM diberi ruang untuk mengelola pelaksanaan secara mandiri dengan tetap berada dalam koordinasi PDM Kabupaten Semarang. Model seperti ini dinilai menjadi kekuatan Muhammadiyah dalam membangun gerakan dakwah yang terorganisir sekaligus dekat dengan masyarakat akar rumput.
Persiapan teknis pun mulai dimatangkan jauh hari sebelum pelaksanaan. Panitia di masing masing lokasi dijadwalkan melakukan pembersihan area, pengaturan saf jamaah, penyediaan pengeras suara, hingga pengondisian lalu lintas sekitar lokasi. Jamaah juga diimbau datang lebih awal agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan nyaman.
Momentum Idul Adha tahun ini diperkirakan kembali menjadi ruang perjumpaan sosial masyarakat setelah aktivitas keagamaan semakin hidup dalam beberapa tahun terakhir. Selain pelaksanaan shalat, sejumlah PCM juga telah menyiapkan agenda penyembelihan dan distribusi hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Muhammadiyah, Idul Adha bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, hari raya ini menjadi pengingat bahwa nilai keimanan harus melahirkan keberpihakan sosial. Dari lapangan lapangan tempat jamaah bersujud, semangat pengorbanan diharapkan tumbuh menjadi energi kolektif untuk membangun masyarakat yang berkemajuan, berkeadaban, dan saling menguatkan.
(Red)
Tulis Komentar