Keterangan Gambar : Neng Riska (41), pemilik salah satu penginapan di kawasan tersebut, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pria yang diduga preman kampung, Minggu (28/12/2025).
Perwirasatu.co.id - Garut.
Aksi premanisme mencoreng kawasan wisata Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Seorang perempuan bernama Neng Riska (41), pemilik salah satu penginapan di kawasan tersebut, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pria yang diduga preman kampung, Minggu (28/12/2025).
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di bagian wajah. Korban pun harus segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Insiden aksi premanisme ini, bermula saat korban yang merupakan warga Kampung Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, tengah melintas di pos retribusi Pantai Santolo.
Berdasarkan keterangan kepolisian, beberapa pria mencegat korban meminta pembayaran retribusi tiket masuk pantai dengan tarif yang ditentukan secara sepihak. Permintaan tersebut ditolak korban karena dinilai tidak resmi, sehingga memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Situasi kemudian memanas hingga berujung pada dugaan tindakan kekerasan.
“Kejadian diduga bermula dari adu mulut antara korban dengan terduga pelaku, terkait permasalahan penarikan retribusi di lokasi objek wisata Pantai Santolo,” kata Kasi Humas Polres Garut, Ipda Adi Susilo, Minggu (28/12/2025).
Akibat perselisihan tersebut, sambungnya, terduga pelaku berinisial AY (35) melakukan penganiayaan dengan cara memukul korban pada bagian pelipis kanan. “Hingga korban mengakibatkan luka sobek,” imbuhnya.
Kini, pelaku berinisial AY yang diduga melakukan aksi premanisme di Pantai Santolo ini berhasil diamankan dan digelandang ke Mapolsek Cikelet. Terduga pelaku kemudian dilakukan pemeriksaan atas laporan korban yang mengalami luka di bagian wajah.
Praktik aksi premanisme berkedok retribusi seperti yang terjadi di Pantai Santolo Garut ini seolah menjadi “penyakit musiman” yang sulit diberantas, terutama saat memasuki masa libur panjang. Sehingga, perlu langkah tegas dari aparat guna membuat kapok para jagoan kampung tersebut.
(TIM)
Tulis Komentar