Rakorprov LEMKARI Sumsel Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Pembinaan Atlet Berprestasi

Rakorprov LEMKARI Sumsel Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Pembinaan Atlet Berprestasi Keterangan Gambar : Kegiatan yang dirangkaikan dengan Latihan Bersama atau Latihan Gabungan (Latgab) tersebut dipusatkan di Aula Villa MTQ Gunung Gare, Kota Pagaralam, Sabtu (16/05/2026).

Perwirasatu.co.id - Pagaralam - Pengurus Provinsi Lembaga Karate-Do Indonesia (LEMKARI) Sumatera Selatan menggelar Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) sebagai langkah memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi program kerja, serta meningkatkan pembinaan atlet karate di Sumsel.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Latihan Bersama atau Latihan Gabungan (Latgab) tersebut dipusatkan di Aula Villa MTQ Gunung Gare, Kota Pagaralam, Sabtu (16/05/2026). 

Agenda ini diikuti seluruh pengurus kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan serta menjadi bagian penting dalam menyusun strategi pembinaan organisasi dan prestasi atlet ke depan.

Ketua Umum LEMKARI Sumsel, Ir H Gusti Prasetyo Rendy A. M En, IPM, CRP, mengatakan Rakorprov membahas sinkronisasi program kerja tahun 2026 hingga 2027, termasuk evaluasi sejumlah agenda yang telah berjalan namun belum sepenuhnya tuntas dilaksanakan.

“Rakor ini membahas seluruh program kerja organisasi, mulai dari konsolidasi kepengurusan, program kepelatihan, peningkatan kualitas wasit, hingga pembinaan atlet.Tujuannya agar seluruh pengurus memiliki arah dan visi yang sama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam Rakorprov adalah penguatan organisasi di tingkat daerah. Saat ini LEMKARI Sumsel telah memiliki kepengurusan di 13 kabupaten dan kota, meski masih ada beberapa daerah yang belum memiliki kepengurusan definitif.

“Target kami seluruh kabupaten dan kota memiliki pengcab aktif. Sekarang tinggal mencari tokoh-tokoh yang siap menjadi ketua dan mengembangkan organisasi di daerah masing-masing,” katanya.

Selain penguatan organisasi, Rakorprov juga membahas peningkatan kualitas pelatih melalui program pelatihan dan sertifikasi lisensi resmi guna menunjang kualitas pembinaan atlet di daerah.

Sementara itu, Ketua Majelis Komite Sumsel, Meriadi, ST, MM, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kebersamaan antar pengurus perguruan karate di Sumatera Selatan.

“Pada hari pertama dilaksanakan rapat koordinasi, kemudian hari kedua dilanjutkan dengan latihan bersama. Kegiatan ini bertujuan mengingat kembali dasar-dasar karate, memperkuat koordinasi antar pengurus, serta menyatukan visi pembinaan karate di Sumatera Selatan,” ungkapnya.

Menurutnya, karate bukan hanya sekadar latihan fisik, tetapi juga membentuk disiplin, karakter, dan kesehatan. Dalam kegiatan tersebut juga diperagakan latihan pernapasan yang dinilai sangat bermanfaat, khususnya bagi peserta usia di atas 40 tahun.

Ia menambahkan, prestasi atlet karate Sumsel terus menunjukkan perkembangan positif. Pada ajang Porkis Sumsel, KWS Sumsel berhasil meraih Juara Umum IV. Bahkan baru-baru ini, tiga atlet Sumsel mengikuti Kejuaraan Nasional PB FORKI di Bandung.

“Hal ini menunjukkan kualitas atlet KWS Sumsel sudah mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Saat ini, KWS Sumsel tercatat memiliki sekitar 2.510 karateka yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Selatan dan menjadi salah satu perguruan dengan jumlah anggota terbesar di daerah tersebut.

Untuk pembinaan atlet, kata dia, seluruh pengurus cabang rutin melaksanakan program latihan dan training center (TC). Atlet-atlet potensial nantinya dipusatkan dalam pemusatan latihan khusus menjelang kejuaraan agar persiapan lebih maksimal.

Di sisi lain, Sekretaris Umum Pemprov Sumsel, Suparjoa Ali Hag Al Tsabit, menjelaskan bahwa LEMKARI Sumsel juga tengah fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan.

“Saat ini Sumsel baru memiliki dua wasit nasional. Ke depan kami menargetkan penambahan wasit nasional, bahkan saat ini ada yang sedang mengikuti seleksi wasit tingkat Asia,” jelasnya.

Ia mengatakan atlet-atlet potensial terus dipantau langsung oleh Bidang Prestasi provinsi dari masing-masing daerah sebelum mengikuti proses seleksi menuju kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

( Marshal)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)