Home Pendidikan 67 Siswa SDI Leda Ruteng Diedukasi Lawan Kekerasan Lewat Program Pojok Aman

67 Siswa SDI Leda Ruteng Diedukasi Lawan Kekerasan Lewat Program Pojok Aman

30
0
SHARE
67 Siswa SDI Leda Ruteng Diedukasi Lawan Kekerasan Lewat Program Pojok Aman

Keterangan Gambar : Kegiatan bertema “Aku Berhak Aman: Kenali, Tolak, Menjauh, Cerita!” ini digagas oleh empat mahasiswi PPG Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, yakni Clara A. C. Sa’u, Ester Aprianti Tefa, Apolonia Murni, dan Elsa C.

Perwirasatu.co.id , MANGGARAI, NTT – Upaya pencegahan kekerasan terhadap anak sejak usia dini terus digalakkan. Sebanyak 67 siswa-siswi kelas VI SDI Leda, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat edukasi perlindungan diri melalui seminar dan program Pojok Aman, Rabu (30/10/2026).

Kegiatan bertema “Aku Berhak Aman: Kenali, Tolak, Menjauh, Cerita!” ini digagas oleh empat mahasiswi PPG Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, yakni Clara A. C. Sa’u, Ester Aprianti Tefa, Apolonia Murni, dan Elsa C. Makunimau. Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Proyek Kepemimpinan Rombel 1.

Dosen pengampu, Yosefina Heleonora, dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap anak berharga dan berhak atas rasa aman. Kegiatan kemudian dibuka resmi oleh Kepala SDI Leda, Paula Jemaus.

Belajar Sambil Bermain

Sesi inti menghadirkan enam narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Manggarai. Mereka membekali siswa dengan empat keterampilan kunci perlindungan diri:

1.Mengenali tubuh dan batasan diri;

2.Mengenali situasi aman dan tidak aman;

3.Berani mengatakan tidak dan menjauh dari situasi tidak nyaman;

4.Berani mencari bantuan dan melapor.

Materi dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Siswa diajak bernyanyi bersama, bermain Games Kartu Situasi, diskusi, sharing pengalaman, hingga melakukan role play bertema “Kalau Aku Mengalami Ini”.

Melalui simulasi itu, anak-anak dilatih untuk peka terhadap situasi, berani menolak, segera menjauh, mencari tempat aman, dan yang paling penting, berani bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya.

Hadirkan Pojok Aman

Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran Program Pojok Aman di SDI Leda. Pojok Aman difungsikan sebagai ruang aman bagi siswa untuk curhat, mencari bantuan, dan melaporkan hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman tanpa rasa takut.

Kolaborasi antara mahasiswa PPG, pihak sekolah, dan DP3A Manggarai ini diharapkan mampu membangun budaya sekolah yang aman dan ramah anak.

“Tujuannya agar siswa tidak hanya paham haknya untuk aman, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertindak ketika menghadapi situasi tidak aman,” ujar perwakilan mahasiswa.

Kegiatan ditutup dengan pekikan slogan bersama: “Aku Berhak Aman: Kenali, Tolak, Menjauh, Cerita! Karena setiap anak berharga dan setiap anak berhak aman”.
(Red)
Iklan Detail Video

Iklan_home