Home Artikel Dari Rp50 Ribu Menjadi Pengusaha Berdaya

Dari Rp50 Ribu Menjadi Pengusaha Berdaya

17
0
SHARE
Dari Rp50 Ribu Menjadi Pengusaha Berdaya

Keterangan Gambar : Okezone pada 22 April 2022 mencatat Fitno sebagai anak bungsu dari 11 bersaudara yang merantau ke Jakarta dengan modal Rp50 ribu. Sebelum itu, ia telah mengenal arti bekerja dari bawah.

Perwirasatu.co.id , Jakarta - Pada 1995, HM Fitno meninggalkan Pangkalpinang menuju Jakarta dengan bekal Rp50 ribu. Ia datang bukan membawa jaringan bisnis, melainkan tekad untuk bekerja dan mengubah keadaan keluarga. Dari penolakan pekerjaan, telemarketing bergaji Rp600 ribu, hingga pengalaman dua tahun di Turki, perjalanan itu kemudian berkembang menjadi bisnis beragam bidang dan kebiasaan berbagi kepada sesama secara konsisten. Prinsip itu tetap dipegangnya hingga kini.

Okezone pada 22 April 2022 mencatat Fitno sebagai anak bungsu dari 11 bersaudara yang merantau ke Jakarta dengan modal Rp50 ribu. Sebelum itu, ia telah mengenal arti bekerja dari bawah. IDXChannel pada 20 Januari 2025 menulis bahwa ketika SMA ia berjualan bumbu untuk menambah uang jajan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan sederhana tidak dipandang sebagai sesuatu yang memalukan.

Okezone mencatat Fitno mengikuti walk-in interview hingga akhirnya diterima sebagai telemarketing dengan gaji sekitar Rp600 ribu per bulan. Penolakan menjadi bagian dari proses. Ia belajar bahwa bagi seorang perantau, peluang sering kali baru terbuka setelah berkali-kali mengetuk pintu.

Titik penting berikutnya datang ketika Fitno bekerja sekitar dua tahun di Turki pada perusahaan telekomunikasi Turkcell. IDXChannel pada 20 Januari 2025 dan iNews pada 27 September 2022 mencatat pengalaman tersebut sebagai tenaga ahli telekomunikasi. Pengalaman internasional itu kemudian dibawa pulang dan menjadi modal pengetahuan untuk memasuki dunia usaha.

Setelah kembali ke Indonesia, Fitno mendirikan PT MAC Sarana Djaya di bidang telekomunikasi. IDXChannel pada 17 November 2022 mencatat perusahaan tersebut bergerak pada layanan hosting netral. Langkah ini penting karena menunjukkan bahwa ia mengubah pengalaman kerja menjadi kompetensi, lalu kompetensi menjadi fondasi bisnis.

Dari telekomunikasi, portofolionya berkembang ke perhotelan, kuliner, fesyen dan properti. IDXChannel pada 20 Januari 2025 menyebut F Hotel Jakarta, Ebaba, Kampoeng Bangka, BANG! Martabak dan Villa Padi di antara usaha yang pernah dikaitkan dengannya.

Ada sisi lain yang membuat kisah Fitno banyak diberitakan: kebiasaan berbagi. Okezone pada 22 April 2022 menyebut kebiasaan sedekah itu ditanamkan orang tuanya sejak SMP. IDXChannel pada 20 Januari 2025 memberitakan angka sekitar Rp10 juta per hari. Angka itu merupakan klaim media, bukan angka yang diaudit independen.

Di sinilah kisah Fitno menjadi menarik. Sedekah tidak perlu diposisikan sebagai rumus otomatis menuju kekayaan. Bisnis tetap membutuhkan kompetensi, pengalaman, jaringan, disiplin dan keberanian mengambil keputusan. Sementara berbagi memberi dimensi sosial pada hasil kerja.

Kisah HM Fitno bukan sekadar cerita tentang seseorang yang datang ke Jakarta dengan Rp50 ribu lalu menjadi pengusaha. Nilai utamanya terletak pada proses: modal kecil melahirkan keberanian, pekerjaan membentuk pengalaman, pengalaman menjadi kompetensi, kompetensi berkembang menjadi usaha, dan keberhasilan dihubungkan dengan kepedulian. Keterbatasan dapat menjadi titik berangkat, selama seseorang mau bergerak, belajar dan memberi manfaat.
(Dwi Taufan Hidayat)
Iklan Detail Video

Iklan_home