Home Nasional For-WIN Ultimatum Karhutla Ini Bukan Lagi Bencana Alam Ini Kegagalan Negara Melindungi Rakyatnya

For-WIN Ultimatum Karhutla Ini Bukan Lagi Bencana Alam Ini Kegagalan Negara Melindungi Rakyatnya

30
0
SHARE
For-WIN Ultimatum Karhutla Ini Bukan Lagi Bencana Alam Ini Kegagalan Negara Melindungi Rakyatnya

Keterangan Gambar : Forum Wartawan Investigasi Nusantara (For-WIN) menyampaikan kritik paling keras atas kegagalan penanganan Kebakaran (pembakaran?) Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026.

Perwirasatu.co.id, 15 Oktober 2026

_"Jika Bingung Memimpin, Jangan Malu Untuk Minta Tolong Rakyat!"_

Forum Wartawan Investigasi Nusantara (For-WIN) menyampaikan kritik paling keras atas kegagalan penanganan Kebakaran (pembakaran?) Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026.

Data resmi pemerintah sudah bicara, sebagaimana yang disampaikan Kemendikdasmen:

- 3.524 sekolah PJJ

- 571.338 murid terpaksa belajar di rumah hirup asap beracun

- 6 juta lebih murid di 12 provinsi Kalimantan terancam kabut asap

Sementara berdasarkan data dari Kemenhub, dari 11 Agustus s/d Oktober 2026):

- 1.813 penerbangan terdampak

- 745 delay, 907 dibatalkan

- Palangka Raya lumpuh hampir sebulan

Bahkan yang lebih miris, ekonomi rakyat melambat, UMKM hancur, kredit macet. Sehingga Kalsel merasa di anaktirikan. Bahkan Banjarbaru dan Kubu Raya pun merasa dilupakan. Dilapangan, instruksi Presiden Prabowo juga tidak jalan.

Ironisnya, di saat rakyat sedang bergelut dengan bencana dan sesak napas, justeru malah terungkap adanya maling dana bencana yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di BNPB. Sungguh-sungguh memuakkan!

Para menteri dan lembaga terkait telah gagal juga para oligarki yang dibiarkan menguasai konsesi lahan seperti tidak sanggup untuk disikapi secara tegas. Anggaran triliunan penanggulangan bencana, tidak jelas wujudnya dilapangan.

"Kepada Presiden Prabowo Subianto, dengarkan ini jerit Suara Rakyat. Jika para menteri dan lintah penghisap negeri bernama oligarki di sekeliling Bapak tak bisa lagi dipimpin dan aparat penanggulangan tidak becus memadamkan api, ya sudah jangan malu-malu untuk minta tolong pada Rakyat! Kami rakyat Kalimantan sudah beberapa bulan terus menghirup racun. Anak-anak kami pun jadi tidak bisa lagi sekolah. Kami yang di lapangan yang merasakannya langsung, bukan pejabat yang duduk di ruangan ber-AC di Jakarta!" keluh salah seorang warga terdampak, yang menumpahkan unek-uneknya pada awak media.

Menurut dia Presiden tak usah malu, untuk melibatkan rakyat, melibatkan wartawan investigasi, juga libatkan masyarakat adat. Jangan tunggu korban jiwa jatuh, baru datang dan pura-pura peduli.

Terkait hal tersebut, For-WIN mendukung dan memberi waktu 7x24 jam kepada Pemerintah, untuk segera menetapkan Status Darurat Nasional Karhutla dan bersungguh-sungguh hadir memberikan perlindungan sosial kepada 571.338 murid dan ribuan UMKM yang terdampak. Jika tidak juga, For-WIN akan melaporkan kegagalan pemerintah ini sebagai bentuk pelanggaran HAM dan kejahatan terhadap kemanusiaan!

(Red)

Iklan Detail Video

Iklan_home