
Keterangan Gambar : For-WIN Resmi Layangkan Surat ke Presiden RI Desak Evaluasi Menteri Imipas dan Copot Kalapas!
Perwirasatu.co.id , BOGOR – Skandal klaster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong berbuntut panjang. Forum Wartawan Investigasi Nusantara (FOR-WIN) tidak hanya mendesak pencopotan Kepala Lapas, tetapi juga evaluasi total Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dan Menteri terkait.
Pasalnya, pembiaran tahanan spesial yang hidup bak di hotel bintang lima di dalam penjara menunjukkan lemahnya pengawasan dan tidak adanya ketegasan dari pimpinan tertinggi.
"Dugaan tahanan spesial huni klaster mewah di Lapas Cibinong ini adalah tamparan keras bagi program reformasi pemasyarakatan. Kalau Menteri Imipas tidak menunjukkan ketegasan dan terkesan menoleransi praktik busuk ini, maka jabatannya perlu dievaluasi oleh Presiden!" tegas Maruli Siahaan, Inisiator Senior For-WIN, Sabtu (26/9-2026).
Menurut For-WIN, ada 3 kegagalan fatal Kementerian:
1. Gagal Total Pengawasan: Klaster mewah dengan AC, TV, kulkas tidak mungkin dibangun tanpa sepengetahuan pimpinan.
2. Terkesan Toleransi: Tidak ada tindakan cepat, justru dibiarkan berlarut-larut.
3. Potensi Suap Terstruktur: Diduga ada setoran rutin dari tahanan spesial untuk mendapatkan fasilitas mewah tersebut.
For-WIN Resmi Desak:
- Presiden RI segera evaluasi Menteri Imipas. Jika tidak mampu bereskan mafia lapas, mundur!
- Copot dan Pecat Kalapas Cibinong serta jajaran KPLP yang terlibat.
- KPK dan Ombudsman segera turun tangan usut tuntas dugaan jual beli fasilitas.
"Ini bukan sekadar pelanggaran etik, ini dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Lapas adalah tempat pembinaan, bukan tempat bisnis kos-kosan mewah untuk koruptor maupun narapidana kejahatan lainnya. Evaluasi Menteri dan selidiki juga jalur keluar masuk uang ke para oknum pejabat bejat terkait suap kasus tersebut adalah harga mati jika ingin Pemasyarakatan bersih," pungkas FC-Goest, Inisiator Forum Wartawan Investigasi Nusantara (For-WIN) yang juga Dewan Redaksi Media Online PerwiraSatu.co.id.
(Tim/Red)

















LEAVE A REPLY