
Keterangan Gambar : PRIHATIN, jika kita menonton debat Para pembela kebenaran dengan para pembela kebohongan. Terlihat sekali, para
Perwirasatu.co.id, 23 Oktober 2026
PRIHATIN, jika kita menonton debat Para pembela kebenaran dengan para pembela kebohongan. Terlihat sekali, para 'TERMUL' bayaran itu menikmati debat sambil tertawa dalam hati karena berhasil mempermainkan perasaan idealis para orang cerdas pembela kebenaran!
Cobalah perhatikan, pola debat mereka. Juga ciri-ciri, karakter mereka semua nyaris sama:
1. Bukan Cari Kebenaran, Tapi Cari Panggung:
Mereka tidak datang untuk adu data, tapi adu mulut. Modalnya cuma potong omongan, teriak, dan playing victim.
2. Berbohong Sambil Tertawa:
Ini yang paling bahaya. Mereka tahu datanya salah, tahu argumennya ngawur, tapi sengaja mereka pertahankan sambil mentertawakan lawan debat. Seolah-olah kalau sudah bisa bikin orang lurus emosi, mereka merasa puas dan menang.
3. Taktik Menguras Energi:
Mereka berpikir pakai pola buzzer dan framing. Kalau kita layani debat kusir, energi kita habis, sementara kebohongan mereka tetap jalan di media sosial. Orang cerdas itu, berpikir pakai logika dan data.
Oleh karena itu, jangan lagi mau di atur berdebat dengan mereka. Prinsip orang yang benar: "Tidak meladeni debat dengan pembela kebohongan. Jika pun terpaksa, ajak lawan untuk bawa data dan bicara fakta!".
Biarlah mereka tertawa, di panggung debat abal-abalnya. Kita akan tertawa nanti, di pengadilan sejarah dan pengadilan rakyat.
Orang lurus tugasnya bukan meladeni badut, tapi menyelamatkan marwah bangsa dari orang-orang yang berprofesi sebagai badut-badut bayaran untuk membela kebobrokan.
Oleh: FC-Goest (Inisiator For-WIN)

















LEAVE A REPLY