Jambore Karakter Anak Perkuat Empati Generasi

Jambore Karakter Anak Perkuat Empati Generasi Keterangan Gambar : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah bersama Gerakan Rukun Sama Teman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI akan menggelar Jambore Penguatan Karakter Anak.


Perwirasatu.co.id, Jum,at 26 Juni 2026.

Di tengah meningkatnya tantangan sosial yang dihadapi anak-anak akibat perkembangan teknologi digital, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah bersama Gerakan Rukun Sama Teman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI akan menggelar Jambore Penguatan Karakter Anak. Sebelum pelaksanaan, panitia mengadakan sosialisasi teknis kepada seluruh pengelola LKSA, panti asuhan, dan Muhammadiyah Children Center (MCC) se-Jawa Tengah guna menyukseskan kegiatan tersebut.

KEBUMEN – Sebanyak sekitar 1.500 anak dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), panti asuhan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, serta Muhammadiyah Children Center (MCC) se-Jawa Tengah akan mengikuti Jambore Penguatan Karakter Anak melalui Gerakan Rukun Sama Teman yang berlangsung pada Jumat–Minggu, 26–28 Juni 2026, di Pantai Kembar Terpadu, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah bekerja sama dengan Gerakan Rukun Sama Teman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia tersebut mengangkat tema "Membangun Persahabatan, Menumbuhkan Empati, Mewujudkan Generasi Berkarakter Mulia."

Jambore Penguatan Karakter Anak ini berada di bawah tanggung jawab Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, HM. Syamsuddin, M.M. Melalui surat undangan sosialisasi yang diterbitkan MPKS PWM Jawa Tengah, dijelaskan bahwa penyelenggaraan jambore merupakan ikhtiar untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kemandirian, serta mengasah kreativitas anak-anak asuh di lingkungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Panti Asuhan, dan Muhammadiyah Children Center (MCC) Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Jawa Tengah.

Sebagai bagian dari persiapan, MPKS PWM Jawa Tengah telah menerbitkan Surat Nomor 05/II.0/D/2026 tertanggal 28 April 2026 tentang Undangan Sosialisasi Jambore yang ditujukan kepada Kepala/Pengasuh LKSA, Panti Asuhan, dan Muhammadiyah Children Center (MCC) se-Jawa Tengah.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penyelenggaraan jambore bertujuan mempererat silaturahmi, meningkatkan kemandirian, serta mengasah kreativitas anak asuh dan para pengasuh di lingkungan LKSA, Panti Asuhan, Muhammadiyah Children Center (MCC), Muhammadiyah, dan 'Aisyiyah se-Jawa Tengah.

Untuk memberikan penjelasan mengenai teknis pelaksanaan kegiatan, panitia mengundang seluruh pengelola LKSA dan panti asuhan mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Semarang, Jalan Giri Mukti Barat II Nomor 19, Tlogosari, Pedurungan, Kota Semarang.

Melalui sosialisasi tersebut, panitia menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan, mekanisme keberangkatan peserta, perlengkapan yang harus dipersiapkan, serta berbagai ketentuan teknis lainnya agar pelaksanaan jambore berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh peserta.

Jambore ini menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter di luar ruang kelas yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kepedulian sosial, kepemimpinan, serta semangat hidup berdampingan secara damai di kalangan anak-anak.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif, di antaranya permainan kolaboratif, penguatan persahabatan dan empati, simulasi anti-bullying serta penyelesaian konflik, kepemimpinan sebaya, refleksi nilai karakter dan spiritual, serta musabaqah seni dan budaya.

Melalui permainan kolaboratif, peserta diajak memahami pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Anak-anak juga dilatih menghargai pendapat orang lain, membangun komunikasi yang sehat, serta menumbuhkan rasa saling percaya.

Pada sesi penguatan persahabatan dan empati, peserta diberikan pengalaman untuk memahami perasaan orang lain, menghargai perbedaan, serta membangun hubungan sosial yang positif. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

Sementara itu, simulasi anti-bullying dan penyelesaian konflik dirancang untuk meningkatkan kesadaran peserta mengenai bahaya perundungan sekaligus melatih kemampuan menyelesaikan persoalan melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan yang damai.

Kegiatan kepemimpinan sebaya juga menjadi bagian penting dalam jambore. Melalui berbagai simulasi dan aktivitas kelompok, peserta didorong menjadi pribadi yang bertanggung jawab, percaya diri, mampu mengambil keputusan, dan siap menjadi teladan bagi teman-temannya.

Selain penguatan karakter sosial, peserta juga akan mengikuti refleksi nilai karakter dan spiritual sebagai upaya memperkuat akhlak, keimanan, dan kesadaran bahwa setiap perilaku baik merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.

Berbagai penampilan seni dan budaya turut mewarnai kegiatan sebagai media mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Penyelenggara berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta, antara lain meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian, menumbuhkan empati dan kepedulian sosial, membangun persahabatan yang sehat dan positif, serta mengembangkan karakter dan jiwa kepemimpinan.

Dengan melibatkan sekitar 1.500 peserta, jambore ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi anak-anak panti asuhan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Jawa Tengah untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring persaudaraan yang akan terus terjalin di masa mendatang.

Pesan yang diusung dalam kegiatan ini, yakni "Rukun di Hati, Bersama Menginspirasi, Masa Depan Berprestasi", mencerminkan semangat membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, toleransi, dan akhlak mulia.

Melalui Jambore Penguatan Karakter Anak, MPKS PWM Jawa Tengah berharap pendidikan karakter tidak berhenti pada teori, melainkan menjadi pengalaman nyata yang membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan seluruh pengelola LKSA, panti asuhan, Muhammadiyah Children Center (MCC), Muhammadiyah, dan 'Aisyiyah se-Jawa Tengah, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, berjiwa pemimpin, serta mampu menjaga persaudaraan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sumber: Dwi Taufan Hidayat

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)