Seorang Ibu Mencuri Ikan Dihukum Diikat Jadi Tontonan GratisCerpen Kehidupan
Keterangan Gambar : Di Kalimantan, seorang ibu muda harus menanggung rasa malu dan sakit hati yang luar biasa. Ibu itu diikat dan dijadikan tontonan orang-orang di pasar, cuma gara-gara mengambil satu ekor ikan.
Perwirasatu.co.id, Rabu 20 Mei 2026.
Ini, dosa siapa ? Ini, diakui atau tidak adalah dosa pemerintah di negeri ini, Sehingga sampai ada rakyat yang kelaparan, sementara mereka sejahtera berlimpah makanan dan kemewahan
Di Kalimantan, seorang ibu muda harus menanggung rasa malu dan sakit hati yang luar biasa. Ibu itu diikat dan dijadikan tontonan orang-orang di pasar, cuma gara-gara mengambil satu ekor ikan.
Alasannya, sangat memilukan; ia tidak punya uang sepeser pun, anaknya lapar, dan ia ingin menyuapi buah hatinya.
Sungguh berat sekali, ujian hidup yang dipikul wanita ini. Ia tidak mencuri karena ingin kaya, bukan untuk bersenang-senang, tapi sekadar untuk menghilangkan lapar sang anak.
Tapi, apa yang didapat? Diikat, ditahan, ditonton orang lewat, seolah dia penjahat besar. Padahal kalau saja kita mau melihat alasannya, hati siapa yang tak hancur? Kelaparan itu, musuh utama manusia.
Ketika perut kosong dan anak menangis minta makan, akal sehat sering kali kalah oleh rasa sayang dan kecemasan.
Betapa kejamnya keadaan, tapi betapa kejam juga cara orang-orang dipasar menyelesaikannya. Apakah tidak ada cara lain, selain mengikatnya dan mempermalukannya di depan umum?
Apakah satu ekor ikan itu lebih mahal, dibandingkan harga diri seorang ibu?
Ibu itu memang bukannya tidak salah, tapi kemiskinan dan kelaparanlah yang paling bersalah. Ia pun rela dikasari, rela dipermalukan, demi satu ekor ikan untuk anaknya.
Itulah bukti kasih sayang ibu, yang luar biasa besarnya terhadap anak, sang buah hati.
Semoga ibu ini dan anaknya, segera dapat pertolongan Allah, dibukakan jalan rezekinya dengan luas, dipertemukan dengan orang-orang baik, dan tidak lagi merasakan lapar dan susah.
Semoga kejadian ini, mengingatkan kita semua; sesungguhnya sedekah itu indah, memberi itu mulia.
Jangan biarkan tetangga, atau orang di sekitar kita kelaparan sampai harus berbuat apa saja demi untuk sekedar bisa mendapat makanan.
(Red)
Tulis Komentar