Perwirasatu.co.id-Garut- Dibalik ambruknya tembok penahan tanah (TPT) pembatas antara pabrik PT. Ultimate Noble Indonesia (UNI) sebagai penerima fasilitas kawasan berikat dari PT. Silver Skyline Indonesia (PT. SSI) dengan kawasan permukiman warga yang berlokasi di kecamatan Cibatu, diungkap warga banyak pegawai proyek dari luar daerah, bukan putra daerah.
Salah seorang warga disekitar bencana ambruknya tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Cadas Bodas, Desa Mekarsari Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut yang menimbulkan sebuah rumah rusak berat menyebutkan yang mengerjakan pembangunan kebanyakan orang jawa.
“Kalau yang bekerja diproyek kebanyakan orang jawa, bukan orang sini (Cadas Bodas), itu bicaranya kan terdengar bahasa jawa kebanyakannya,” sebut seorang ibu yang kediamannya tidak jauh dari tembok pembatas yang roboh, Selasa 4/3/2025.
Menurutnya, meskipun langsung berdekatan dengan pembangunan pabrik, dirinya tidak bisa menolak karena warga yang memiliki tanah itu dijual.
“Ya kami tidak mungkin menolak, kan tanah nya juga oleh pemiliknya dijual kepada perusahaan,” sebut seorang ibu sambil menggendong anak kecil didepan rumahnya.
Bukan hanya rumah yang tepat berada disamping kediamannya yang mengalami kerusakan parah, seorang ibu juga menyebutkan kalau air yang datang malam tadi itu cukup deras dengan dibarengi material tanah dan kotoran lain yang terbawa.
“Kejadian malam tadi itu bukan hanya menimbulkan kerusakan pada rumah bu Odah, tetapi sawah yang tepat berada disampingnya penuh lumpur dan air dari atas (dari pabrik), jadi sawahnya rusak.
Mungkin kalau pekerja proyek orang sini, malam pas kejadian bisa membantu menyalurkan air agar tidak terlalu parah, in ikan orang jawa yang kerjanya jadi kami hanya bisa diam melihat derasnya air dari atas (dari kawasan pabrik).
LocusOnline mencoba menghubungi perwakilan PT. Ultimate Noble Indonesia (UNI) sebagai penerima fasilitas kawasan berikat dari PT. Silver Skyline Indonesia (PT. SSI), namun belum ada yang siap memberikan tanggapan.
(Red.01)
Tulis Komentar