Home Politik PERANG DATA CENTER MEMBUKA FRONT BARU

PERANG DATA CENTER MEMBUKA FRONT BARU

38
0
SHARE
PERANG DATA CENTER MEMBUKA FRONT BARU

Keterangan Gambar : Pada 23 September, serangan Rusia menyebabkan gangguan internet yang berdampak pada sekitar 100.000 rumah tangga di Kyiv dan wilayah sekitarnya. Sejumlah penyedia layanan melaporkan kerusakan pada pusat data, perangkat jaringan, dan titik pertukaran trafik. Reuters dan The Kyiv Independent sama-sama melaporkan gangguan tersebut, sementara Kementerian Transformasi Digital Ukraina menyatakan perbaikan jaringan segera dilakukan.

Perwirasatu.co.id , Kyiv - Perang Rusia-Ukraina memasuki ruang yang semakin sulit dilihat tetapi menentukan kehidupan sehari-hari: infrastruktur digital. Serangan terhadap sejumlah pusat data dan jaringan komunikasi di Kyiv sejak 23 September menunjukkan bahwa perang tidak hanya berlangsung melalui rudal dan drone, tetapi juga melalui upaya merusak simpul yang membuat masyarakat tetap terhubung.

Pada 23 September, serangan Rusia menyebabkan gangguan internet yang berdampak pada sekitar 100.000 rumah tangga di Kyiv dan wilayah sekitarnya. Sejumlah penyedia layanan melaporkan kerusakan pada pusat data, perangkat jaringan, dan titik pertukaran trafik. Reuters dan The Kyiv Independent sama-sama melaporkan gangguan tersebut, sementara Kementerian Transformasi Digital Ukraina menyatakan perbaikan jaringan segera dilakukan.

Serangan berlanjut dalam beberapa hari berikutnya. Pada 25 dan 26 September, pusat data Cosmonova kembali mengalami kerusakan. Perusahaan menyatakan fasilitasnya mengalami kerusakan berat dan harus menghentikan sebagian operasi. Namun, sistem cadangan di lokasi lain membuat data pelanggan tetap terselamatkan. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa dalam perang modern, kemampuan bertahan tidak hanya ditentukan oleh perlindungan fisik, tetapi juga oleh redundansi jaringan dan penyebaran infrastruktur.

Dampaknya menjalar ke dunia media. Sejumlah layanan televisi dan digital Ukraina mengalami gangguan setelah infrastruktur Cosmonova dan pusat data lainnya rusak. Novyny.Live dan Armiia TV sempat menghentikan operasi, sementara Suspilne melaporkan gangguan pada pemutar videonya. Gangguan tersebut menunjukkan bahwa pusat data bukan sekadar tempat menyimpan komputer dan data, melainkan simpul yang menghubungkan informasi, komunikasi, layanan digital, dan aktivitas masyarakat.

Rusia menyatakan pusat-pusat data yang diserang memiliki kaitan dengan kepentingan militer Ukraina. Dalam laporan mengenai Cosmonova, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim fasilitas itu mendukung layanan internet seluler dan sistem komunikasi satelit Starlink bagi militer Ukraina. Klaim tersebut perlu tetap ditempatkan sebagai pernyataan pihak Rusia karena penggunaan militer fasilitas tersebut belum seluruhnya terverifikasi secara independen.

Hal serupa berlaku terhadap klaim mengenai kerusakan sekitar 25 persen kapasitas fasilitas internet dan dukungan komunikasi Starlink Ukraina. Angka itu diberitakan ANTARA pada 27 September dengan merujuk TASS dan sumber militer Rusia. Karena belum tersedia verifikasi independen yang memadai, angka tersebut lebih tepat diperlakukan sebagai klaim dalam perang informasi, bukan ukuran final kerusakan jaringan Ukraina.

Yang lebih konkret adalah gangguan yang benar-benar terjadi. Sejumlah operator kehilangan perangkat dan titik jaringan, rumah tangga kehilangan akses internet, sementara organisasi media mengalami gangguan layanan. Namun, serangan tersebut belum membuat internet Ukraina lumpuh secara nasional. Jaringan yang memiliki perangkat cadangan, jalur komunikasi alternatif, dan infrastruktur yang tersebar masih dapat memulihkan sebagian layanan.

Di sinilah persoalan ketahanan menjadi inti cerita. Pusat data yang terlindungi tetapi terlalu terkonsentrasi tetap dapat menjadi titik lemah. Sebaliknya, jaringan yang memiliki cadangan geografis dan jalur alternatif lebih mampu bertahan ketika satu simpul rusak. Cosmonova sendiri menyatakan data pelanggan tetap aman karena adanya geographic redundancy.

Bagi negara yang semakin bergantung pada layanan digital, pengalaman Kyiv membawa pelajaran yang lebih luas. Ketahanan nasional tidak cukup dibangun dengan menjaga gedung pemerintahan atau fasilitas militer. Pusat data, jaringan telekomunikasi, sumber listrik cadangan, jalur komunikasi alternatif, dan kemampuan pemulihan juga menjadi bagian dari infrastruktur strategis.

Perang di Kyiv akhirnya memperlihatkan perubahan penting dalam wajah konflik modern. Sebuah serangan terhadap gedung yang tampak seperti fasilitas teknologi dapat mengganggu internet, media, bisnis, dan komunikasi masyarakat. Yang dipertaruhkan bukan sekadar perangkat keras, melainkan kemampuan sebuah negara untuk tetap terhubung ketika perang berusaha memutus simpul-simpul yang menopang kehidupan digitalnya.
Sumber
(Dwi Taufan Hidayat)
Iklan Detail Video

Iklan_home