
Keterangan Gambar : Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak, Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menjajaki kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui kegiatan Study on Campus, Kamis (22/10/2026)
Perwirasatu.co.id, YOGYAKARTA, 22 Oktober 2026 - Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak, Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menjajaki kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui kegiatan Study on Campus, Kamis (22/10/2026). Penjajakan ini berfokus pada penguatan teknologi informasi pesantren dan pengembangan Agro Edu Wisata untuk mendukung pendidikan serta kewirausahaan santri.
MENGENAL KAMPUS DAN MEMBANGUN KEMITRAAN
Rombongan dipimpin Mudir Pondok, Ustadz Dafri Harweli, bersama delapan guru pendamping dan 33 santri. Kedatangan mereka disambut Bagian Admisi UMY, Ketua Program Studi Agribisnis, serta perwakilan mahasiswa berprestasi dari Fakultas Agama Islam (FAI) UMY.
Kunjungan ini bertujuan memperluas wawasan santri kelas akhir mengenai pendidikan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi antarlembaga. Para santri memperoleh informasi tentang kehidupan kampus, program studi, beasiswa, fasilitas pembelajaran, dan kesempatan mengembangkan kompetensi.
Ustadz Dafri Harweli menyampaikan bahwa UMY dipilih karena reputasinya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang berkembang dalam penguatan pendidikan.
“Kami melihat UMY sebagai kiblat pengembangan kampus Muhammadiyah. Santri-santri kami perlu melihat langsung bagaimana atmosfer akademik di kampus yang maju,” ujarnya.
Dalam presentasi, UMY memperkenalkan sejumlah keunggulan, antara lain mutu pendidikan, jaringan kerja sama internasional, beragam beasiswa, prestasi mahasiswa, keterlibatan dosen internasional, serta fasilitas pendukung pembelajaran. Informasi tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan santri dalam merencanakan pendidikan lanjutan.
AGRO EDU WISATA JADI PERHATIAN
Selain pendidikan tinggi, pengembangan unit usaha pesantren menjadi perhatian khusus. Rombongan Al Kautsar tertarik pada fasilitas dan laboratorium Program Studi Agribisnis UMY karena pesantren tengah merencanakan pengembangan Agro Edu Wisata.
Konsep ini berpotensi mengintegrasikan pertanian, pendidikan, dan kewirausahaan. Melalui kegiatan berbasis praktik, santri dapat belajar mengenai produksi, pengelolaan usaha, pemasaran, serta pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Ketua Program Studi Agribisnis UMY menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa Agro Edu Wisata berbasis pesantren sejalan dengan pengembangan pertanian yang berkeadilan dan berkelanjutan. Laboratorium Agribisnis UMY juga terbuka untuk riset dan pendampingan bersama.
DUA AGENDA KERJA SAMA
Dalam diskusi, kedua pihak menyepakati langkah awal untuk menjajaki penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Pembicaraan mengarah pada dua bidang prioritas.
Pertama, peningkatan kapasitas teknologi informasi pesantren melalui pendampingan digitalisasi sistem manajemen dan pembelajaran. Upaya ini diharapkan mendukung administrasi, pengelolaan data, koordinasi, dan kegiatan pendidikan.
Kedua, pembinaan dan pengembangan Agro Edu Wisata Al Kautsar dengan melibatkan Program Studi Agribisnis UMY sebagai mitra pendamping. Bentuk kegiatan akan dirumuskan lebih lanjut, termasuk pemetaan potensi, perencanaan usaha, pengembangan program edukasi, dan pengelolaan kegiatan.
Tindak lanjut berupa penetapan ruang lingkup, pembagian tanggung jawab, jadwal, dan indikator keberhasilan menjadi penting agar penjajakan tersebut dapat diwujudkan dalam program yang terukur dan berkelanjutan.
MENDORONG SANTRI SIAP MENGHADAPI MASA DEPAN
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama. Para santri tampak antusias mengikuti kunjungan dan mengenal suasana akademik perguruan tinggi secara langsung.
Kunjungan ini diharapkan memperluas pilihan pendidikan santri sekaligus memperkuat hubungan antara pesantren dan perguruan tinggi Muhammadiyah. Kolaborasi yang direncanakan juga berpotensi mendukung modernisasi tata kelola pesantren dan pengembangan kewirausahaan berbasis agribisnis.
Melalui sinergi tersebut, Al Kautsar berharap dapat mempersiapkan generasi yang kuat dalam iman dan takwa (IMTAQ), unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta memiliki keterampilan dan kemandirian untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Sumber: Dwi Taufan Hidayat

















LEAVE A REPLY