Home Politik SKENARIO MAKAR YANG SEDANG BERPUTAR WASPADA 10 NOVEMBER

SKENARIO MAKAR YANG SEDANG BERPUTAR WASPADA 10 NOVEMBER

9
0
SHARE
SKENARIO MAKAR YANG SEDANG BERPUTAR WASPADA 10 NOVEMBER

Perwirasatu.co.id, 05 November 2026

KAMI mengamati kiriman dari akun @indepenSumatera di sosial media X — tulisan berjudul: SKENARIO MAKAR YANG SEDANG BERPUTAR (Analisis spekulatif dari beberapa sumber). 

Penulisnya jujur di akhir: _"Ini bukan fakta final. Bukan putusan pengadilan. Bahan yang masih harus diuji"

Tapi justru karena dia jujur bilang spekulatif, kita jadi harus baca serius. Karena, papan catur kekuasaan sedang memanas.

FAKTA YANG BENAR:

Presiden Prabowo Subianto memang diundang resmi Presiden Erdogan ke Turki untuk KTT Pemimpin COP31 di Antalya, 9-20 November 2026. Ini agenda resmi negara, untuk cari sumber energi baru. 

Sumber resmi Kepresidenan Turki dan media internasional sudah rilis sejak 28 September 2026. Jadi kalau nanti ada narasi "Presiden kabur, Presiden lari" saat tanggal 8-9 November berangkat — itu adalah; PROPAGANDA. 

Buzzer sudah siaga untuk memainkan itu.

SPEKULASI YANG HARUS DIWASPADAI:

Penulis membedah pola yang sangat kita kenal di lapangan Jakarta-Solo:

- 10 November Hari Pahlawan dibajak. Jalanan disiapkan. Simbol pahlawan dipakai untuk gerakan yang anti-pahlawan.

- Pola lama: Anak SMK/STM dipakai duluan sebagai mortir. Mereka didorong duluan, kelompok besar datang belakangan. Korban muda, dalang aman di belakang. Ini pernah terjadi. For-WIN yang di Sukoharjo harus ingatkan kepala sekolah dan orang tua.

- "Uang tidak pernah bisu wak". Kalimat itu, paling penting. Penulis minta cek mutasi rekening orang dekat lingkaran. Setuju! 

- PPATK harus buka. Siapa yang danai konsumsi, bis, dan akomodasi massa?

- Skenario menteri mengundurkan diri lalu gabung aksi? Menteri koboi mantan COKLAT kondisikan peralihan kekuasaan? Ini spekulasi berat. Tapi kalau dikaitkan dengan kasus 3 Jenderal jadi tersangka sadap Presiden kemarin (LSP, ASN, EH), benang merahnya ada: ada yang mengabdi pada dua tuan. Ada yang tersenyum di depan, menghitung di belakang.

Aktor yang disebut penulis: Jenderal dua tuan, Menteri dua tuan, pendanaan oligarki, bayangan Singapura, tokoh agama, kampus, sipil, proksi. Ini bukan gerakan satu arah, tapi berkelindan.

Pesan For-WIN untuk Presiden RI Prabowo Subianto, sebelum terbang ke Turki; Seperti yang penulis tulis, dan kami setuju 100%:

- Bersihkan orang-orang bermuka dua. Termasuk di tubuh militer. 

- Ada yang diam-diam birahi panglima. Jika tidak dilumpuhkan sekarang, Prabowo hanya dua tahun menjabat — bukan ancaman, tapi kemungkinan bisa terjadi. Kasus penyadapan LIMS yang menyeret mantan Kapolri yang jadi KSP adalah BUKTI, bahwa; penyusup itu bukan di luar pagar Istana, tapi di dalam Istana itu sendiri.

- Bersihkan dulu Istana, baru terbang ke Turki, Pak Presiden.

For-WIN tidak akan ikut menyebar ketakutan. Tapi tugas utama adalah:

1. KAWAL PRESIDEN — Pastikan agenda Turki COP31 dipahami rakyat sebagai kerja negara, bukan pelarian.

2. KAWAL ISTANA — Desak Presiden nonaktifkan dan periksa semua yang punya akses LIMS dan akses Istana.

3. KAWAL JALANAN — Jangan biarkan anak-anak STM/SMK Depok, Solo, Jakarta jadi tumbal proyek oligarki. Edukasi dini mereka.

Ingat: Ini analisis spekulatif, bukan vonis. Tapi kalau peringatan ini diabaikan dan skenario berjalan, yang rugi bukan penulisnya. Yang rugi adalah pemegang kekuasaan yang menyepelekan papan catur di belakangnya. Untuk itu, For-WIN mengingatkan: JANGAN BAJAK HARI PAHLAWAN.

Oleh FC-Goest: Inisiator For-WIN

Iklan Detail Video

Iklan_home