Home Daerah Pemkab Lampung Selatan dan Basarnas Perkuat Kesiapsiagaan, Ancaman Tsunami Hingga Krakatau Jadi Perhatian

Pemkab Lampung Selatan dan Basarnas Perkuat Kesiapsiagaan, Ancaman Tsunami Hingga Krakatau Jadi Perhatian

12
0
SHARE
Pemkab Lampung Selatan dan Basarnas Perkuat Kesiapsiagaan, Ancaman Tsunami Hingga Krakatau Jadi Perhatian

Keterangan Gambar : Menghadapi beragam potensi bencana di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Perwirasatu.co.id,  Lampung Selatan -  Menghadapi beragam potensi bencana di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Langkah ini difokuskan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah mitigasi bencana, terutama dalam mengantisipasi ancaman tsunami, aktivitas Gunung Anak Krakatau, banjir, hingga tanah longsor. 

Penguatan kerja sama tersebut menjadi pokok pembahasan dalam audiensi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, Deden Ridwansyah, di rumah dinas bupati setempat, Selasa (3/11/2026).

Dalam pertemuan itu, Deden Ridwansyah menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi terkait wilayah kerja Basarnas di Lampung Selatan, khususnya dalam penanganan kebencanaan dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.

Menurutnya, kondisi geografis Lampung Selatan memiliki sejumlah kerawanan bencana yang perlu diantisipasi bersama. Selain banjir dan tanah longsor yang berpotensi terjadi saat musim hujan, wilayah ini juga menghadapi ancaman gempa megathrust dan tsunami, serta dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Aktivitas penyeberangan yang berlangsung selama 24 jam turut menjadi perhatian, mengingat kondisi tersebut membutuhkan kesiapan pelayanan pencarian dan pertolongan yang dapat diandalkan sewaktu-waktu.

Deden menegaskan, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, diperlukan sinergi antara Basarnas, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan dalam situasi darurat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Basarnas juga mendorong kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana dan Kampung Rescue. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar lebih siap menghadapi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas koordinasi dan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan Basarnas. Ia menilai, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai risiko bencana.

“Tentu kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai output positif. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan selalu terbuka terhadap kolaborasi, terutama dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana,” ujar Egi.

Ia juga menekankan, berbagai potensi ancaman bencana di Kabupaten Lampung Selatan perlu mendapat perhatian serius, terutama aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mengalami dinamika perubahan tingkat aktivitas. 

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi karena dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan.

Menurut Egi, penguatan kesiapsiagaan tidak cukup hanya melalui koordinasi antarlembaga. Upaya tersebut harus diikuti dengan edukasi dan simulasi langsung kepada masyarakat agar mereka memahami potensi bahaya, mengetahui langkah penyelamatan diri, serta mampu bertindak tepat ketika bencana terjadi.

Kesiapan sarana dan prasarana pendukung juga perlu menjadi perhatian. Ia meminta agar seluruh peralatan mitigasi dan penanganan bencana dipastikan berfungsi dengan baik sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi darurat.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan dari tingkat masyarakat, Egi mengungkapkan rencana pengembangan program Masyarakat Tanggap Bencana (Mastana) pada 2027.

Melalui program tersebut, masyarakat akan mendapatkan pembekalan berupa edukasi, pelatihan, dan simulasi mitigasi terhadap berbagai potensi bencana sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. 

Dengan demikian, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga menjadi kemampuan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Selain itu, Bupati Egi turut menyoroti pentingnya kesiapan jalur evakuasi sebagai bagian dari upaya penyelamatan ketika bencana terjadi. 

Menurutnya, jalur evakuasi harus direncanakan dengan baik, memiliki arah yang jelas, mudah diakses, serta didukung kondisi infrastruktur jalan yang memadai.

“Yang tidak kalah penting adalah jalur evakuasi. Kita harus memastikan arah evakuasinya jelas dan jalan yang akan dilalui masyarakat dalam kondisi baik, sehingga ketika terjadi bencana, proses penyelamatan dapat dilakukan dengan cepat dan tidak menyulitkan masyarakat,” tegasnya.

Melalui penguatan koordinasi dengan Basarnas, Pemkab Lampung Selatan berharap kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana semakin optimal. 

Upaya tersebut akan diperkuat melalui sinergi antarlembaga, kesiapan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengenali risiko dan mengambil langkah penyelamatan secara tepat ketika menghadapi situasi darurat. 

(Puddin A)

Iklan Detail Video

Iklan_home