Home Hukum dan Kriminal Gempar, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diperiksa Propam Diduga Terkait Penyadapan Petinggi Negara

Gempar, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diperiksa Propam Diduga Terkait Penyadapan Petinggi Negara

23
0
SHARE
Gempar, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diperiksa Propam Diduga Terkait Penyadapan Petinggi Negara

Keterangan Gambar : Kabar mengejutkan datang dari internal Korps Bhayangkara. Sejumlah perwira tinggi dan jenderal Polri, dikabarkan diamankan dan dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/11) dini hari.

Perwirasatu.co.id, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari internal Korps Bhayangkara. Sejumlah perwira tinggi dan jenderal Polri, dikabarkan diamankan dan dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/11) dini hari.

Informasi yang beredar di kalangan internal menyebutkan, penindakan dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.

Jumlah perwira yang disebut bervariasi. Sumber internal menyebut, terdiri dari satu perwira tinggi berpangkat bintang empat berinisial L yang kini menduduki jabatan sipil di lingkungan Istana, satu pati bintang tiga berinisial A, lima pati bintang dua dengan inisial Irjen A, N, S, E, D, serta seorang perwira menengah berpangkat Kombes berinisial F.

Sumber lain menyebut, operasi bermula dari penggerebekan sebuah rumah di Kompleks Widya Chandra, Jakarta. Dari lokasi itu, petugas mengamankan Irjen berinisial AS yang disebut sebagai koordinator, Irjen EH, Irjen NS, Kombes FR, empat anggota berpangkat rendah, dan seorang advokat berinisial MR.

Dikaitkan Dengan Dugaan Penyadapan Presiden

Kabar yang paling menyita perhatian, mengaitkan penangkapan ini dengan dugaan kebocoran rahasia negara dan penyadapan terkoordinir terhadap petinggi negara.

"Dugaan penyadapan, yang disadap salah satunya Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy," ujar salah satu sumber kepada media.

Hingga berita ini ditulis, informasi tersebut masih berupa kabar yang beredar dan belum terverifikasi.

Isu semakin liar, setelah beredar informasi terbaru pada Selasa siang bahwa para perwira yang diamankan di Mako Brimob telah ditetapkan sebagai tersangka. Jenderal bintang empat berinisial L disebut juga sudah ditetapkan tersangka namun belum ditahan dan telah dilepaskan dari Mako Brimob. Namun informasi ini, belum juga dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Mabes Polri.

Mabes Polri: "Nanti Kami Cek"

Terkait hal tersebut, Mabes Polri akhirnya buka suara namun belum membenarkan maupun membantah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir saat ditemui di Gedung Bareskrim, Selasa (3/11) siang, hanya memberikan jawaban normatif.

"Nanti kami cek proses evaluasinya ya, seperti itu," kata Isir.

Isir juga sempat berkata, "Saya paham rekan-rekan lagi kasak-kusuk membicarakan sesuatu. Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi."

Isir tidak menjelaskan identitas perwira, jumlah yang diamankan, maupun perkara yang menjadi dasar. Ia juga tidak merinci apakah benar terkait penyadapan atau terkait dugaan pengerahan massa yang berujung ricuh di Yogyakarta yang juga beredar.

Operasi senyap ini terjadi tepat sebulan setelah transisi Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan kepada Jenderal Suyudi Ario Seto.

Hingga Selasa sore, Mako Brimob Kelapa Dua masih dijaga ketat. Publik menunggu keterangan resmi dari Mabes Polri untuk mengakhiri spekulasi liar soal jenderal bintang empat berinisial L dan dugaan penyadapan orang nomor satu di republik ini. 


Iklan Detail Video

Iklan_home