DAPUR MBG PANGGORENGAN WAJIB DITUTUP, ITU BUKAN KELALAIAN TAPI KEJAHATAN TERHADAP ANAK SEKOLAH

DAPUR MBG PANGGORENGAN WAJIB DITUTUP, ITU BUKAN KELALAIAN TAPI KEJAHATAN TERHADAP ANAK SEKOLAH Keterangan Gambar : Pengakuan resmi adanya ulat dalam makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa adalah fakta yang tidak bisa diputarbalikkan. Ini bukan sekadar insiden kecil, ini adalah kegagalan fatal yang mencoreng program negara dan membahayakan kesehatan pelajar.

PERWIRASATU.CO.ID, Mandailing Natal – Pengakuan resmi adanya ulat dalam makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa adalah fakta yang tidak bisa diputarbalikkan. Ini bukan sekadar insiden kecil, ini adalah kegagalan fatal yang mencoreng program negara dan membahayakan kesehatan pelajar.

Saya, Muhammad Saleh, Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, menyatakan dengan tegas:

INI BUKAN LAGI KELALAIAN. INI ADALAH BENTUK PEMBIARAN YANG MENGARAH PADA KEJAHATAN TERHADAP KESELAMATAN ANAK.

Bagaimana mungkin makanan berulat bisa lolos dari dapur, pengemasan, hingga sampai ke tangan siswa? Ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan tidak berjalan, atau sengaja dibiarkan rusak.

Untuk itu, kami menyampaikan sikap:

1.TUTUP TOTAL dapur MBG Panyabungan Panggorengan sekarang juga. Tidak ada kompromi untuk dapur yang gagal menjamin kelayakan makanan anak.

2.Copot dan evaluasi seluruh penanggung jawab SPPG. Jangan lindungi pihak yang lalai.

Lakukan investigasi terbuka, bukan sekadar klarifikasi di atas kertas. Turun ke lapangan, uji dapur, bongkar fakta.

3.Satgas MBG jangan hanya jadi penerima laporan. Jika tidak mampu bekerja, lebih baik dibubarkan.

4.Pemerintah daerah harus bertindak tegas. Diam berarti ikut bertanggung jawab.

Kami mengingatkan:

Program ini menyasar anak sekolah, bukan objek percobaan dapur kotor.

Jika hari ini ulat bisa masuk ke makanan siswa dan dianggap hal sepele, maka besok bukan tidak mungkin yang terjadi adalah keracunan massal.

Kami tidak akan menunggu korban berikutnya.

Apabila tuntutan ini diabaikan, SATMA AMPI Mandailing Natal memastikan akan turun langsung dengan aksi terbuka dan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi.

“Jangan beri makan anak-anak dengan kelalaian. Tutup dapur bermasalah, sekarang juga!”

(Magrifatulloh).

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)