Diduga Akibat Limbah Dapur SPPG Tanjungjaya, Warga Mengaku Terganggu Bau Busuk dan Serbuan Lalat Hijau
Keterangan Gambar : Keluhan terkait bau menyengat yang diduga berasal dari limbah Dapur SPPG Tanjungjaya di Kampung Cinta Asih, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, kini ramai diperbincangkan warga sekitar. Aroma busuk yang disebut muncul hampir setiap hari itu dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman.
Perwirasatu.co.id, Garut – Keluhan terkait bau menyengat yang diduga berasal dari limbah Dapur SPPG Tanjungjaya di Kampung Cinta Asih, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, kini ramai diperbincangkan warga sekitar. Aroma busuk yang disebut muncul hampir setiap hari itu dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman.
Dapur SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Antassalam tersebut disebut menghasilkan limbah atau sampah dapur yang menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, warga juga mengaku terganggu dengan banyaknya lalat hijau yang mulai masuk ke rumah-rumah warga.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat yang memiliki anak kecil. Warga khawatir lingkungan yang kurang sehat dapat berdampak terhadap kesehatan keluarga mereka.
Salah seorang warga berinisial IM mengatakan, bau menyengat dari area dapur sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Ia mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu gangguan kesehatan, khususnya pada anaknya yang masih kecil.
“Kaleresan abdi gaduh murangkalih alit, ngaganggu kana kasehatan na utamina pernafasan,” ujar IM kepada wartawan.
Menurut IM, keluhan terkait bau limbah sebenarnya sudah disampaikan kepada pihak dapur MBG/SPPG. Namun warga menilai penanganan yang dilakukan belum sepenuhnya dirasakan dampaknya oleh masyarakat sekitar.
Warga berharap pengelola segera mengambil langkah yang lebih maksimal agar limbah dapur tidak terus menimbulkan dampak lingkungan maupun gangguan kesehatan. Penanganan sampah dan sisa makanan dinilai harus dilakukan secara rutin dan sesuai standar kebersihan agar tidak memicu pencemaran udara serta berkembangnya lalat.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah desa serta instansi terkait, termasuk dinas kesehatan dan lingkungan hidup, turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi guna memastikan pengelolaan limbah berjalan dengan baik.
Masyarakat khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya mengganggu kenyamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap sanitasi buruk dan polusi udara.
Sementara itu, saat awak media mencoba mengonfirmasi persoalan tersebut kepada pihak SPPG Tanjungjaya pada Rabu (20/5/2026) terkait penanganan limbah dan keluhan warga, pihak pengelola menyebut bau menyengat diduga disebabkan oleh saluran pembuangan yang sempat mengalami mampet. Pihak SPPG juga mengklaim telah melakukan penanganan dan mengatasi penyebab munculnya bau busuk tersebut.
(Red)
Tulis Komentar