Home Tokoh Bachtiar Chamsyah dan Jejak Panjang Pengabdian

Bachtiar Chamsyah dan Jejak Panjang Pengabdian

7
0
SHARE
Bachtiar Chamsyah dan Jejak Panjang Pengabdian

Keterangan Gambar : Ketua Umum PPP itu menyampaikan niat menjenguk ayah Iqbal, Bachtiar Chamsyah, setelah menyelesaikan agenda perjalanan ke Yogyakarta dan Makassar

Perwirasatu.co.id , Jakarta - Sekitar pukul 17.30 WIB, Muhammad Mardiono masih berbicara melalui telepon dengan Muhammad Iqbal. Ketua Umum PPP itu menyampaikan niat menjenguk ayah Iqbal, Bachtiar Chamsyah, setelah menyelesaikan agenda perjalanan ke Yogyakarta dan Makassar. Namun, pertemuan itu tak pernah terjadi. Selepas Magrib, kabar duka datang: Bachtiar telah berpulang.

Mantan Menteri Sosial itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis, 24 September 2026, sekitar pukul 19.20 WIB. Bachtiar wafat pada usia 80 tahun. Kabar kepergiannya disampaikan Muhammad Iqbal, putranya yang kini menjabat Wakil Bupati Agam.

"Kita doakan semoga beliau husnul khatimah dan bagi seluruh keluarganya yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran," ujar Mardiono. Bagi keluarga besar PPP, kepergian Bachtiar juga berarti kehilangan salah seorang kader senior yang melewati perjalanan panjang politik Indonesia.

Jauh sebelum mengenal ruang rapat parlemen dan kabinet, Bachtiar menempuh jalan hidup yang tidak selalu mudah. Lahir di Tiji, Sigli, Aceh, 31 Desember 1945, ia aktif berorganisasi sejak muda. Ketika kuliah di Akademi Administrasi Niaga Negeri Medan, ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam. Pada 1967, ia menjadi Ketua Komisariat HMI di kampusnya, kemudian Ketua Umum HMI Cabang Medan hingga Ketua Badko HMI Sumatera Utara.

Persoalan ekonomi sempat membuat pendidikannya tersendat. Bachtiar pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas HKBP Nommensen hingga tingkat lima, tetapi tidak dapat menyelesaikannya karena keterbatasan biaya. Ia kemudian bekerja sebagai pegawai harian honorer Pemerintah Daerah Medan pada 1974. Penghasilannya ketika itu disebut hanya Rp1.000 per bulan. Untuk menopang kehidupan, ia mengajar Ekonomi dan Sejarah di SMA Perguruan Amir Hamzah.

Jalan hidup membawanya semakin jauh ke dunia politik. Setelah meninggalkan pekerjaannya di pemerintah daerah, Bachtiar bergabung dengan PPP. Pada 1982 ia menjadi anggota DPRD Tingkat I Sumatera Utara. Kariernya kemudian berlanjut ke DPR RI. Di parlemen, ia pernah memimpin Komisi V dan menjadi Ketua Panitia Khusus Buloggate-Bruneigate pada 2000-2001, salah satu episode politik yang menyita perhatian nasional ketika itu.

Puncak perjalanan di pemerintahan datang ketika Presiden Megawati Soekarnoputri mempercayainya sebagai Menteri Sosial pada 2001. Ketika pemerintahan berganti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mempercayakan jabatan yang sama kepadanya. Bachtiar pun memimpin Departemen Sosial hingga Oktober 2009. Hampir delapan tahun ia berada pada bidang yang bersentuhan dengan kemiskinan, bantuan sosial, korban bencana, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.

Setelah tak lagi berada di pemerintahan, hubungannya dengan dunia politik tidak sepenuhnya terputus. Mardiono beberapa kali menjenguknya ketika kondisi kesehatannya mulai menurun. Menurut Mardiono, dalam kondisi fisik yang tak lagi seperti dahulu, Bachtiar masih menyampaikan pemikiran dan pandangannya tentang politik, masyarakat, ekonomi, sosial, budaya, dan persoalan keumatan.

Kamis petang itu, Mardiono sebenarnya masih berharap dapat kembali bertemu dengannya. Rencana menjenguk disampaikan kepada Iqbal sekitar pukul 17.30 WIB. Beberapa jam kemudian, rencana itu berubah menjadi kabar kehilangan.

Perjalanan Bachtiar Chamsyah akhirnya berhenti di usia 80 tahun. Dari aktivis mahasiswa, pegawai honorer dan guru, ia menapaki DPRD, DPR RI, hingga menjadi Menteri Sosial dalam dua pemerintahan. Sebuah perjalanan panjang yang kini menjadi bagian dari catatan politik dan sosial Indonesia.

Pertemuan terakhir yang direncanakan Mardiono memang tak sempat terjadi. Yang tertinggal adalah jejak perjalanan seorang Bachtiar Chamsyah dan doa dari keluarga, sahabat, serta mereka yang pernah berjalan bersamanya.

Selamat jalan, Bachtiar Chamsyah. Semoga husnul khatimah.

Sumber
(Dwi Taufan hidayat)
Iklan Detail Video

Iklan_home