Home Daerah Desa HELAU Tak Boleh Berhenti di Garis Finish Lomba, Pemkab Lampung Selatan Bidik Perubahan di Seluruh Desa

Desa HELAU Tak Boleh Berhenti di Garis Finish Lomba, Pemkab Lampung Selatan Bidik Perubahan di Seluruh Desa

87
0
SHARE
Desa HELAU Tak Boleh Berhenti di Garis Finish Lomba, Pemkab Lampung Selatan Bidik Perubahan di Seluruh Desa

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, saat memimpin Rapat Koordinasi Mingguan Pemkab Lampung Selatan yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (31/8/2026).

Perwirasatu.co.id, Lampung Selatan -  Lomba Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) boleh memasuki tahap akhir, tetapi gerakannya tidak boleh ikut berhenti. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan semangat HELAU harus terus hidup di tengah masyarakat dan berkembang menjadi budaya bersama di setiap desa.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, saat memimpin Rapat Koordinasi Mingguan Pemkab Lampung Selatan yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (31/8/2026).

Supriyanto mengatakan, proses penilaian Lomba Desa HELAU kini telah memasuki tahap finalisasi. Sebanyak 40 desa terpilih tengah menjalani proses penentuan untuk menetapkan peringkat terbaik.

Namun, menurutnya, capaian dalam perlombaan maupun hadiah yang diberikan bukanlah tujuan utama. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan nilai-nilai HELAU tetap dijalankan setelah seluruh rangkaian lomba berakhir.

“Lomba, kemudian termasuk hadiahnya tentu bukanlah tujuan utama. Kita harus memastikan bahwa gerakan ini akan terus berlanjut,” tegas Supriyanto.

Ia berharap Gerakan Desa HELAU mampu mendorong perubahan nyata di lingkungan perdesaan, mulai dari terciptanya desa yang lebih indah, bersih, sehat, aman dan nyaman hingga tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan pembangunan di wilayahnya.

“Pada saatnya akan menjadi desa yang indah, desa yang positif, desa yang sehat,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, nilai-nilai HELAU juga memiliki ruang yang luas untuk mendukung berbagai agenda pembangunan daerah. Gerakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penataan lingkungan, tetapi dapat diarahkan untuk memperkuat kesehatan masyarakat, pengentasan kemiskinan hingga penanganan stunting.

Karena itu, ia meminta jajaran pemerintah daerah, camat dan pemerintah desa menjaga keberlanjutan gerakan tersebut. HELAU, kata dia, jangan sampai hanya kembali terlihat ketika memasuki masa perlombaan.

“Jadi tidak hanya karena lomba, tetapi ini akan terus berlanjut,” katanya.

Pemkab Lampung Selatan juga memastikan Lomba Desa HELAU akan kembali digelar pada tahun berikutnya dengan cakupan yang lebih luas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan nilai-nilai HELAU hingga ke seluruh wilayah perdesaan.

Supriyanto menyebut Pemkab Lampung Selatan menargetkan dalam tiga hingga empat tahun ke depan seluruh desa memiliki semangat dan komitmen yang sama dalam menerapkan nilai-nilai HELAU.

“Sehingga desa-desa dalam waktu tiga sampai empat tahun ke depan semuanya punya semangat yang sama,” tuturnya.

Dengan keberlanjutan tersebut, Gerakan Desa HELAU diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik wajah desa. Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan bersama yang memperkuat gotong royong, kepedulian lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Dengan demikian, garis akhir perlombaan justru menjadi titik awal bagi gerakan yang lebih luas, membawa semangat HELAU dari panggung penilaian ke kehidupan sehari-hari masyarakat desa. 

(Puddin A)

Iklan Detail Video

Iklan_home