Home Daerah Dominggus Yable: Analisis Kelayakan Kompetensi Yohanis Kamagi Sebagai Kandidat Potensial SEKDA Provinsi Papua Barat Daya

Dominggus Yable: Analisis Kelayakan Kompetensi Yohanis Kamagi Sebagai Kandidat Potensial SEKDA Provinsi Papua Barat Daya

52
0
SHARE
Dominggus Yable: Analisis Kelayakan Kompetensi Yohanis Kamagi Sebagai Kandidat Potensial SEKDA Provinsi Papua Barat Daya

Keterangan Gambar : Dr. Yohanis Kamagi, AP., M.Si. menunjukkan pengalaman birokrasi yang panjang dan beragam, termasuk pengalaman sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud sejak November 2020

Perwirasatu.co.id , Papua - Papua Barat Daya adalah "rumah pluralitas" yang sedang bertumbuh sebagai sebuah provinsi baru. Di tanah ini, pemerintahan tidak cukup hanya berjalan di balik meja kantor. Pemerintahan harus hadir sampai ke kampung, distrik, pulau-pulau, kawasan pesisir, dan wilayah yang masyarakatnya masih menghadapi berbagai tantangan pelayanan dasar dan pembangunan. 

Karena itu, sosok Sekretaris Daerah tidak hanya membutuhkan kemampuan administrasi, tetapi juga pengalaman panjang dalam mengelola pemerintahan dan memahami bagaimana kebijakan diterjemahkan menjadi pelayanan bagi rakyat. Dalam konteks tersebut, riwayat karier dari sosok Dr. Yohanis Kamagi, AP., M.Si. menunjukkan pengalaman birokrasi yang panjang dan beragam, termasuk pengalaman sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud sejak November 2020.

Perjalanan karier tersebut menjadi penting jika dilihat dari karakter Papua Barat Daya yang memiliki tantangan geografis dan kebutuhan pembangunan yang beragam. Kamagi tercatat pernah menangani bidang pemberdayaan masyarakat desa, pekerjaan umum, administrasi pemerintahan, serta perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah. 

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ia tidak hanya berada pada satu ruang kerja birokrasi, tetapi pernah bersentuhan dengan sejumlah bidang yang berkaitan langsung dengan masyarakat dan pembangunan. Bagi daerah seperti Papua Barat Daya, pengalaman lintas bidang dapat menjadi modal untuk membangun koordinasi antar lembaga dan memastikan program pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri.

Masyarakat Papua juga membutuhkan birokrasi yang mampu melihat pembangunan bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan kampung, penguatan ekonomi masyarakat, serta pelayanan administrasi harus memiliki hubungan langsung dengan kehidupan rakyat. 

Dalam riwayat pendidikannya, Kamagi tercatat sebagai lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), kemudian menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Sam Ratulangi dan pendidikan di Institut Pertanian Bogor. Ia juga mengikuti berbagai pelatihan yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa pemerintah, pengelolaan keuangan daerah, serta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II. Latar  belakang tersebut memberikan dasar kompetensi yang relevan untuk mengelola birokrasi dan perencanaan pembangunan daerah.

Yang juga patut menjadi perhatian adalah pengalaman Kamagi sebagai birokrat senior. Dapam dokumen riwayat hidupnya, mencatat bahwa ia mencapai pangkat Pembina Utama Madya IVd sejak 1 April 2021, dan memperoleh penghargaan Karya Satya 10 tahun, Karya Satya 20 tahun dan Karya Satya 30 tahun. Rekam jejak perjalanan panjang tersebut tentu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang pasti menjadi pilihan terbaik untuk suatu jabatan. 

Namun, pengalaman, jenjang karier, pendidikan dan kompetensi birokrasi tersebut merupakan bagian dari rujukan yang penting untuk dinilai dalam proses seleksi. Dalam konteks Papua Barat Daya, penilaian terhadap calon Sekda juga penting diarahkan pada kemampuan membangun birokrasi yang dekat dengan masyarakat, menghargai kekhasan daerah, memperkuat koordinasi, serta bekerja untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara lebih luas.

Pada akhirnya, Provinsi Papua Barat Daya  membutuhkan Sekda yang mampu menjadi penggerak administrasi pemerintahan sekaligus jembatan koordinasi antara pimpinan daerah, perangkat birokrasi dan masyarakat. Apakah Yohanis Kamagi memenuhi seluruh persyaratan dan menjadi kandidat yang tepat dengan mengikuti mekanisme seleksi resmi. 

Kamagi memiliki sejumlah pengalaman yang relevan untuk dipertimbangkan: perjalanan panjang dalam birokrasi, pengalaman sebagai Sekda, pengalaman lintas urusan pemerintahan, pendidikan yang mendukung, serta kompetensi birokrasi yang mumpuni. Pada akhirnya, bagi Tanah Papua, ukuran yang paling penting bukan sekadar siapa yang menduduki kursi Sekda, tetapi siapa yang mampu membuat pemerintahan bekerja nyata. Sehingga mampu mewujudkan layanan publik lebih dekat, pembangunan lebih terasa, dan masyarakat Papua Barat Daya melihat pemerintah sebagai bagian dari kehidupan mereka sendiri.

Oleh:
Dominggus Yable
(Tokoh Muda Provinsi Papua Barat Daya)
Iklan Detail Video

Iklan_home