Home Daerah Jalan Penghubung Dua Desa di Kecamatan Kromengan Tertutup Longsor, Pembersihan Gunakan Alat Berat

Jalan Penghubung Dua Desa di Kecamatan Kromengan Tertutup Longsor, Pembersihan Gunakan Alat Berat

81
0
SHARE
Jalan Penghubung Dua Desa di Kecamatan Kromengan Tertutup Longsor, Pembersihan Gunakan Alat Berat

Keterangan Gambar : Akses jalan penghubung Desa Karangrejo dengan Desa Peniwen di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, sempat lumpuh total akibat bencana tanah longsor. Peristiwa terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di Dusun Blado, Desa Karangrejo.

Perwirasatu.co.id  ‎Malang – Akses jalan penghubung Desa Karangrejo dengan Desa Peniwen di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, sempat lumpuh total akibat bencana tanah longsor. Peristiwa terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di Dusun Blado, Desa Karangrejo.

‎Longsor diduga dipicu oleh erosi pada tanggul/perengan sawah milik warga bernama Bapak Imam yang berada di wilayah Desa Kromengan. Material longsor berupa tanah menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 20 meter sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

‎Kronologi kejadian bermula saat seorang warga Dusun Blado, Sdr. Andri, melintas dan melihat material longsor sudah menutup jalan. Pukul 09.35 WIB saksi langsung menghubungi piket Koramil 0818/34 Kromengan dan Piket Polsek Kromengan. 

‎Tidak lama berselang, pukul 09.48 WIB petugas gabungan dari Koramil, Polsek, Pemdes Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Dinas PU Kabupaten Malang dan warga setempat tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal.

‎"Saat ini masih dalam proses pembersihan menggunakan 1 unit excavator dan 1 unit dump truck untuk mengangkut material yang menutupi badan jalan," demikian tertulis dalam laporan.

‎Akibat longsor tersebut, akses antar Desa Karangrejo dan Desa Peniwen terputus sementara. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sementara kerugian materiil berupa tanggul atau perengan sawah milik Bapak Imam yang ambrol.

‎Menurut Bapak Nur Wakhid dari Dinas PU Kabupaten Malang yang turut meninjau lokasi, penyebab longsor adalah erosi tanah perengan sawah yang tergerus air.

‎Sebanyak 28 petugas dari berbagai unsur dikerahkan, terdiri dari 2 orang Dinas PU, 1 orang Koramil, 2 orang Polsek, 4 orang Kecamatan, 4 orang Pemdes Karangrejo, dan 15 orang warga masyarakat.

‎Hingga laporan ini diturunkan, proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan. Kondisi kegiatan terpantau tertib, aman, dan lancar.

‎(Sugeng)

Iklan Detail Video

Iklan_home