
Keterangan Gambar : Upaya memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an kembali dihadirkan melalui Program Intensif Tahsin Al-Qur’an Seri 120 yang akan berlangsung di Masjid Al-Mustaghfiriin, Winong, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Perwirasatu.co.id, Yogyakarta — Program Intensif Tahsin Al-Qur’an Seri 120 akan digelar di Masjid Al-Mustaghfiriin, Winong, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta, Senin, 31 Agustus 2026, selepas Maghrib hingga Isya. Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid melalui pembelajaran yang sistematis, praktis, mudah, dan aplikatif, dengan materi irama murottal Nahawand serta tahsin dan tadabbur Surat Al-Bayyinah. Didampingi langsung pengajar berpengalaman dua dekade.
Upaya memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an kembali dihadirkan melalui Program Intensif Tahsin Al-Qur’an Seri 120 yang akan berlangsung di Masjid Al-Mustaghfiriin, Winong, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Program yang diselenggarakan Takmir Masjid Al-Mustaghfiriin tersebut mengambil tema utama perbaikan bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah ilmu tajwid. Pembelajaran dijalankan secara intensif dengan pendekatan yang tidak hanya menekankan kemampuan membaca secara benar, tetapi juga membantu peserta memahami penerapan kaidah dalam praktik membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Pada Seri 120, peserta akan mendapatkan materi Irama Murottal Nahawand serta Tahsin dan Tadabbur Surat Al-Bayyinah. Pemilihan materi tersebut memadukan aspek keterampilan membaca dengan penghayatan terhadap kandungan ayat, sehingga pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada ketepatan pelafalan, tetapi juga menguatkan hubungan peserta dengan pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selepas salat Maghrib hingga Isya. Waktu tersebut dipilih sebagai ruang belajar keagamaan yang memungkinkan masyarakat mengikuti pembelajaran Al-Qur’an di tengah aktivitas keseharian.
Penjelasan Program
Program Intensif Tahsin Al-Qur’an dirancang dengan materi yang sistematis, mudah, praktis, dan aplikatif. Peserta diarahkan untuk memperbaiki bacaan secara bertahap melalui penguatan dasar-dasar tajwid sekaligus penerapannya ketika membaca Al-Qur’an.
Metodologi yang digunakan adalah metode tahsin KILAT-Qu. Metode tersebut disusun berdasarkan rujukan kitab At-Tajwid Al-Mushowwar karya Syeikh Ayman Rusydi Suwaid serta Matan Jazariyah karya Ibnu Al-Jazari.
Pendekatan ini menempatkan praktik membaca sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teori tajwid, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menerapkannya secara langsung dalam bacaan.
Pembimbing program adalah Ustadz Miftahuddin, penyusun metode tahsin KILAT-Qu yang disebut telah memiliki pengalaman lebih dari 22 tahun dalam mengajar Al-Qur’an. Pengalaman tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan pembelajaran, terutama dalam memberikan pendampingan terhadap peserta yang memiliki tingkat kemampuan membaca berbeda-beda.
Fasilitas dan Pendampingan
Untuk menunjang proses belajar, penyelenggara menyediakan sejumlah fasilitas bagi peserta. Fasilitas tersebut meliputi ebook buku panduan tajwid, video pembelajaran tajwid, konsultasi gratis, software belajar tajwid lengkap, serta ruang pembelajaran yang nyaman.
Kehadiran berbagai fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya diarahkan berlangsung di dalam ruang pertemuan. Materi digital dan perangkat pendukung juga disiapkan agar peserta dapat melanjutkan proses belajar secara mandiri setelah kegiatan tatap muka berakhir.
Konsultasi gratis menjadi bagian lain yang memberikan ruang bagi peserta untuk mendiskusikan kesulitan membaca Al-Qur’an. Pendampingan semacam ini penting karena kesalahan dalam membaca sering kali membutuhkan koreksi secara langsung dan berulang agar perubahan bacaan dapat terbentuk secara konsisten.
Makna Pembelajaran
Tahsin pada dasarnya bukan sekadar upaya memperindah suara ketika membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, tahsin merupakan proses memperbaiki bacaan agar sesuai dengan kaidah yang benar, termasuk ketepatan pengucapan huruf, penerapan hukum bacaan, panjang-pendek, serta aspek lain yang berkaitan dengan ilmu tajwid.
Karena itu, program tahsin memiliki posisi penting dalam membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara benar. Kemampuan membaca yang baik menjadi fondasi sebelum seseorang melangkah lebih jauh pada penghayatan, pemahaman, dan pengamalan kandungan Al-Qur’an.
Materi Surat Al-Bayyinah dalam Seri 120 juga memberikan dimensi tambahan. Selain memperbaiki teknik bacaan, peserta diajak memasuki proses tadabbur, yakni menghayati dan merenungkan pesan ayat. Perpaduan tahsin dan tadabbur membuat pembelajaran diarahkan tidak hanya kepada ketepatan lisan, tetapi juga kedalaman makna.
Sementara itu, materi irama murottal Nahawand memberikan pengenalan terhadap salah satu pola lagu atau maqam yang lazim digunakan dalam pembacaan Al-Qur’an. Penerapan irama tetap ditempatkan dalam kerangka menjaga ketepatan bacaan dan kaidah tajwid, sehingga keindahan suara tidak menggeser prinsip utama membaca Al-Qur’an dengan benar.
Ruang Belajar di Tengah Masyarakat
Pelaksanaan program di Masjid Al-Mustaghfiriin, Kotagede, juga memperlihatkan fungsi masjid sebagai ruang pembelajaran masyarakat. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi dapat berkembang menjadi pusat pendidikan keagamaan yang mempertemukan masyarakat dalam kegiatan yang bersifat edukatif dan berkelanjutan.
Program Seri 120 menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an dapat dibangun secara berkesinambungan. Angka seri tersebut menandai keberlanjutan program tahsin yang dikemas dalam materi-materi pembelajaran tertentu, sehingga peserta memiliki ruang untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dari waktu ke waktu.
Di tengah derasnya arus informasi dan kesibukan kehidupan sehari-hari, ruang belajar Al-Qur’an semacam ini memiliki arti tersendiri. Ia menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk berhenti sejenak, kembali kepada bacaan Al-Qur’an, memperbaiki apa yang belum tepat, sekaligus memperdalam hubungan dengan kitab suci.
Informasi Kegiatan
Program Intensif Tahsin Al-Qur’an Seri 120 berlangsung Senin, 31 Agustus 2026, selepas Maghrib hingga Isya, bertempat di Masjid Al-Mustaghfiriin, Winong, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta.
Materi utama meliputi Irama Murottal Nahawand serta Tahsin dan Tadabbur Surat Al-Bayyinah. Peserta memperoleh ebook panduan tajwid, video pembelajaran, konsultasi gratis, software belajar tajwid lengkap, dan ruang pembelajaran yang nyaman.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp di nomor 089669680554.
Melalui program ini, pembelajaran Al-Qur’an ditempatkan bukan sebagai kegiatan sesaat, melainkan sebagai proses memperbaiki bacaan secara bertahap dan berkelanjutan. Sebab, setiap huruf yang dibaca dengan benar bukan hanya menyempurnakan lantunan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesucian dan kehormatan bacaan Al-Qur’an.
(Red)

















LEAVE A REPLY