Home Daerah Dari Satu Benih, Tumbuh Bersama: Tim Ekspedisi Patriot UB Tandai Penanaman Perdana Program Demplot dan Penataan Landscape di Klamono

Dari Satu Benih, Tumbuh Bersama: Tim Ekspedisi Patriot UB Tandai Penanaman Perdana Program Demplot dan Penataan Landscape di Klamono

42
0
SHARE
Dari Satu Benih, Tumbuh Bersama: Tim Ekspedisi Patriot UB Tandai Penanaman Perdana Program Demplot dan Penataan Landscape di Klamono

Keterangan Gambar : Tim 1 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan sosialisasi program kerja kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan program pertanian dan penataan lingkungan di Distrik Klamono

Perwirasatu.co.id, Klamono, Papua Barat Daya — Tim 1 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan sosialisasi program kerja kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan program pertanian dan penataan lingkungan di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut memperkenalkan dua program Tim 1 TEP UB, yaitu program Demonstration Plot (Demplot) Pertanian yang akan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Kampung Wariyau, Malabotom, dan Klawana, serta program penataan landscape Kampung Wonosari melalui pembuatan living border dengan target 300 lubang tanam.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh masyarakat, kelompok tani, perangkat kampung, serta 

pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Sosialisasi menjadi ruang bagi tim untuk menyampaikan tujuan, tahapan kegiatan, serta bentuk keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program di lapangan.  

Demplot sebagai Ruang Belajar dan Praktik Bersama.

border, yaitu penataan batas atau tepian area menggunakan tanaman sehingga dapat memberikan fungsi estetika sekaligus memperbaiki tampilan lingkungan kampung. Tanaman yang dipilih adalah tanaman tahunan, seperti rambutan, pucuk merah, matoa, tanjung, langsat, dan pinang.

Program tersebut menargetkan 300 lubang tanam yang akan dikembangkan secara bertahap bersama masyarakat.

Sebelumnya, tim telah melakukan survei lokasi, pemetaan titik tanam, koordinasi dengan perangkat kampung, hingga proses pembuatan lubang tanam. Dalam pelaksanaannya, aspek kondisi lahan dan pemanfaatan ruang turut menjadi pertimbangan.

Perwakilan masyarakat Kampung Wonosari menyambut baik rencana tersebut.

“Kalau lingkungan kampung ditata dan ditanami, pasti akan terlihat lebih rapi. Yang penting setelah ditanam juga harus dirawat bersama supaya tanaman bisa tumbuh dan tidak hanya bagus di awal.” Ujar Agus Roni, Kepala Kampung Wonosari.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi perhatian penting dalam program penataan landscape, 

bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga oleh pemeliharaan setelah tanaman ditanam.

 Tandai Awal Program melalui Simbolisasi Penanaman Perdana

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan moving menuju lahan demplot Wariyau. Di lokasi tersebut, Tim 1 TEP UB bersama perwakilan masyarakat melaksanakan simbolisasi 

pembukaan kegiatan demplot sekaligus penanaman pertama.

Simbolisasi tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan pelaksanaan program demplot secara langsung di lapangan. Penanaman dilakukan pada lahan yang sebelumnya telah 

melalui berbagai tahapan persiapan, mulai dari pembersihan lahan, penataan bedengan, 

pemberian dolomit dan pupuk kandang, hingga persiapan bibit. Momen penanaman pertama juga menjadi simbol kolaborasi antara Tim 1 TEP UB dan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan pertanian di Klamono.

Kepala Distrik Klamono mengungkapkan bahwa kegiatan praktik secara langsung membuat 

program lebih mudah dipahami.

"Kalau hanya dijelaskan mungkin masih sulit dibayangkan, tetapi setelah melihat langsung lahannya dan ikut menanam, masyarakat jadi lebih tahu prosesnya. Semoga tanaman yang ditanam hari ini bisa tumbuh dengan baik dan hasilnya nanti bisa dirasakan bersama.” Ucap Bapak Oktofianus, Kepala Distrik Klamono.

Kegiatan sosialisasi dan simbolis penanaman menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan program Tim 1 TEP UB di Distrik Klamono. Setelah kegiatan tersebut, tim akan melanjutkan proses pengembangan demplot di Wariyau, Malabotom, dan Klawana serta penataan landscape Kampung Wonosari secara bertahap.

Dari satu benih, satu tanaman, hingga satu lubang tanam, program ini menjadi bagian dari upaya membangun proses pertanian dan lingkungan yang dapat tumbuh bersama masyarakat

(Red)

Iklan Detail Video

Iklan_home