Home Daerah Wong Baturajo Raih Pengakuan ESG Impact Hero 2026

Wong Baturajo Raih Pengakuan ESG Impact Hero 2026

89
0
SHARE
Wong Baturajo Raih Pengakuan ESG Impact Hero 2026

Keterangan Gambar : Gusti Prasetyo Rendy Anggara, Chief General Manager PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Sumsel-8, yang juga merupakan Warga Baturaja OKU,

Perwirasatu.co.id,  JAKARTA - Gusti Prasetyo Rendy Anggara, Chief General Manager PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Sumsel-8, yang juga merupakan Warga Baturaja OKU, mendapat pengakuan sebagai ESG Impact Hero 2026 dari La Tofi School of Social Responsibility. Pengakuan tersebut diberikan atas kepemimpinan operasionalnya dalam mengintegrasikan pengelolaan risiko, keandalan pembangkit, keselamatan, pengendalian dampak lingkungan, inovasi sosial, serta penguatan kepercayaan masyarakat di sekitar Sumsel-8.

Dalam penilaian La Tofi ESG Rating, Gusti Prasetyo memperoleh skor 91,70 dengan predikat Platinum. Penilaian tersebut mencakup pengenalan risiko material, integrasi risiko ke dalam strategi, kematangan tindakan, serta bukti dampak dan keterlibatan pemangku kepentingan. Selain itu, Corporate Economic Protection Index (CEPI) yang digunakan dalam penilaian tercatat sebesar 2,83 dengan kategori Champion Candidate.

Penilaian juga mencatat sejumlah aspek dalam pengelolaan operasional Sumsel-8, antara lain penggunaan teknologi supercritical serta sistem pengendalian emisi seperti FGD, ESP, low-NOx burner, dan CEMS. Pengalaman Gusti dalam operational readiness, commissioning, pengendalian kontrak, dan integrasi proses kerja turut menjadi bagian dari rekam jejak yang dinilai.

Di bidang sosial, kontribusi yang menjadi bagian dari penilaian antara lain program HBAP Mengajar, PUSPASADA, dan Desa HBAP. HBAP Mengajar berfokus pada pendidikan dan literasi energi, PUSPASADA pada pengelolaan sampah, biodigester, biogas, pupuk cair dan bank sampah, sedangkan Desa HBAP mengembangkan pemanfaatan pekarangan untuk agribisnis dan ketahanan pangan.

La Tofi menegaskan bahwa capaian tersebut tetap memiliki batas atribusi karena sebagian merupakan hasil kerja kolektif perusahaan. Penilaian ESG Impact Hero 2026 dilakukan melalui desk assessment berbasis informasi publik dan berstatus provisional, sehingga finalisasi masih memerlukan dokumen internal, wawancara, serta verifikasi lapangan. CEPI 2,83 juga merupakan hasil model perlindungan ekonomi dan bukan angka laba, kas, atau penghematan yang telah terealisasi.

Pengakuan tersebut disampaikan dalam rangkaian Executive Impact Recognition Forum – Road to Asian Impact Awards 2026 yang digelar La Tofi School of Social Responsibility pada 16 September 2026 di Jakarta. Dalam forum tersebut, Gusti Prasetyo dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai pengembangan ESG di Indonesia, khususnya terkait keandalan energi, keselamatan, pengelolaan risiko lingkungan, inovasi sosial, dan kepercayaan pemangku kepentingan.

(Marshal)

Iklan Detail Video

Iklan_home